HomeGlobalMenggila, Harga Emas Dunia Cetak Rekor di Tengah Tarif Baru Trump, Rupiah...

Menggila, Harga Emas Dunia Cetak Rekor di Tengah Tarif Baru Trump, Rupiah Gimana?

Published on

spot_img

 1,107 total views

INN INTERNASIONAL – harga emas dunia mengalami apresiasi signifikan bersamaan dengan pengumuman kebijakan tarif global baru oleh Presiden AS, Donald Trump.

Kebijakan tarif ini diprediksi akan memicu ketidakpastian ekonomi global serta memancing reaksi balasan dari negara-negara mitra dagang Amerika Serikat.

Situasi ini menjadi angin segar bagi emas, yang dikenal sebagai aset safe-haven atau pelindung nilai di tengah gejolak ekonomi.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa tarif baru ini akan mendatangkan “triliunan dan triliunan dolar” bagi AS. Ia menyebut pendapatan tersebut akan digunakan untuk mengurangi beban pajak masyarakat sekaligus melunasi utang nasional.

“Dengan tindakan hari ini, kita akhirnya akan mampu membuat Amerika hebat lagi, lebih hebat dari sebelumnya,” ujar Trump, menegaskan optimismenya terhadap dampak kebijakan tersebut.

Penguatan harga emas ini juga didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury). Indeks dolar AS tercatat ditutup pada level 103,807 pada perdagangan kemarin, yang merupakan titik terendah sejak 19 Maret 2025.

Sementara itu, imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun anjlok ke level 4,094%, angka terendah sejak 16 Oktober 2024 atau lebih dari empat bulan lalu. Kombinasi faktor ini semakin memperkuat posisi emas sebagai pilihan investasi di tengah ketidakstabilan pasar.

Bagaimana dengan Rupiah?

Kebijakan tarif Trump ini juga berpotensi memberikan tekanan tambahan pada nilai tukar rupiah. Dengan Amerika Serikat sebagai salah satu tujuan ekspor utama Indonesia, tarif baru ini dapat mengganggu kinerja ekspor, terutama jika mitra dagang lain membalas dengan kebijakan serupa.

Pelemahan dolar AS memang bisa memberikan sedikit ruang napas bagi rupiah dalam jangka pendek, tetapi ketidakpastian ekonomi global dan potensi kenaikan inflasi di AS dapat mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi.

Hal ini berisiko memperlemah rupiah lebih lanjut, mengingat Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan berhati-hati dalam menurunkan suku bunga SBI untuk menjaga stabilitas mata uang.

Pada perdagangan terakhir, rupiah sempat menyentuh level terlemahnya di Rp16.747 per USD, mencerminkan sentimen negatif yang kian meningkat di pasar.

Kondisi ekonomi yang tidak menentu akibat kebijakan tarif ini diperkirakan akan terus mendukung kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Para analis pasar kini tengah memantau respons dari negara-negara mitra dagang AS serta dampak lanjutan terhadap mata uang dan instrumen keuangan lainnya.

Bagi investor, emas tampaknya akan tetap menjadi primadona di tengah ketidakpastian yang membayangi perekonomian global, sementara rupiah menghadapi tantangan berat untuk menjaga stabilitasnya.

Artikel Terbaru

Kontingen Paduan Suara Wanita Kepri Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, Pilih Bernyanyi Daripada Protes

Sebuah kejadian memilukan sekaligus menginspirasi terjadi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebanyak 27 anggota Paduan Suara Wanita (PSW) Kontingen Kepulauan Riau (Kepri) yang hendak berangkat ke Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat Daya, terpaksa terlantar karena tiket pesawat mereka ternyata hanya berstatus booking dan belum dibayar.

RBP Joyosuran Gelar Jalan-jalan Edukatif ke Museum Pers, Keris, dan Taman 45 Banjasari

INNNEWS– Rumah Belajar Pancasila (RBP) Joyosuran menggelar kegiatan belajar di luar kelas yang menyenangkan...

Garis Depan Investasi Medis: Mengapa IPO JECX Menarik untuk Investor Jangka Panjang

INNNEWS – Rencana pencatatan saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola jaringan JEC Eye...

ANALISIS HUKUM KEMATIAN 4 CALON MANAJER KOPDES: ADAKAH KELALAIAN INSTITUSIONAL?

INNNEWS - Meninggalnya empat Calon Manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Nelayan Merah Putih...

artikel yang mirip

Kontingen Paduan Suara Wanita Kepri Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, Pilih Bernyanyi Daripada Protes

Sebuah kejadian memilukan sekaligus menginspirasi terjadi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebanyak 27 anggota Paduan Suara Wanita (PSW) Kontingen Kepulauan Riau (Kepri) yang hendak berangkat ke Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat Daya, terpaksa terlantar karena tiket pesawat mereka ternyata hanya berstatus booking dan belum dibayar.

RBP Joyosuran Gelar Jalan-jalan Edukatif ke Museum Pers, Keris, dan Taman 45 Banjasari

INNNEWS– Rumah Belajar Pancasila (RBP) Joyosuran menggelar kegiatan belajar di luar kelas yang menyenangkan...

Garis Depan Investasi Medis: Mengapa IPO JECX Menarik untuk Investor Jangka Panjang

INNNEWS – Rencana pencatatan saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola jaringan JEC Eye...