HomeTrendingKeracunan Massal Makan Bergizi Gratis di Gemolong Sragen

Keracunan Massal Makan Bergizi Gratis di Gemolong Sragen

Published on

spot_img

 962 total views

SRAGEN, INNINDONESIA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk mendukung kesehatan dan gizi siswa di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, berubah menjadi petaka.

Sebanyak 196 orang, termasuk siswa, guru, dan keluarga petugas sekolah (OB) dari tiga sekolah di wilayah tersebut, mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan MBG pada Senin, 11 Agustus 2025.

Gejala yang dirasakan meliputi mual, muntah, diare, dan pusing, menyebabkan ratusan siswa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar pada hari berikutnya.

Kejadian bermula ketika siswa, guru, dan petugas sekolah mengonsumsi menu MBG yang terdiri dari nasi kuning, telur ayam suwir, orek tempe, selada timun, apel, dan susu.

Makanan tersebut disediakan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Mandiri Gemolong 1, yang berlokasi di Jalan Raya Gemolong–Sragen Km 2, Klentang 008, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen (Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah).

Gejala keracunan mulai terdeteksi pada malam hari usai konsumsi, Senin (11/8/2025). Para korban melaporkan rasa mual, muntah, diare, dan pusing.

Hingga Selasa (12/8/2025), kondisi ini menyebabkan ratusan siswa tidak dapat masuk sekolah, mengganggu aktivitas belajar-mengajar di tiga sekolah yang terdampak.

Menanggapi insiden ini, Puskesmas Gemolong langsung bertindak cepat dengan mendirikan posko darurat untuk menangani para korban.

Kepala Puskesmas Gemolong, dr. Agus Pranoto Budi, menyatakan kepada awak media bahwa tim medis telah dikerahkan untuk memberikan perawatan segera kepada para korban.

Posko darurat ini menjadi pusat penanganan untuk memastikan kondisi korban dapat dipulihkan secepat mungkin.

Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan massal masih dalam penyelidikan. Pihak berwenang, termasuk dinas kesehatan setempat, diperkirakan akan memeriksa proses penyediaan dan distribusi makanan dari dapur SPPG Mitra Mandiri Gemolong 1 untuk mengidentifikasi sumber masalah.

Dugaan awal mengarah pada kemungkinan adanya kontaminasi pada bahan makanan atau kesalahan dalam proses pengolahan.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keamanan pangan dalam program MBG yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi anak sekolah.

Masyarakat dan keluarga korban menuntut transparansi dan langkah tegas dari pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

 

Artikel Terbaru

Demo Berjilid di Indonesia Jadi Sorotan Media Korea, Warganet Keluhkan Liputan Lokal yang “Dibungkam”

INNNEWS– Sebuah video laporan media Korea Selatan yang membahas gelombang demonstrasi di Indonesia viral...

Kebakaran Hutan Besar di Prancis dan Spanyol Paksa Lebih dari 300.000 Orang Mengungsi

INNNEWS – Kebakaran hutan yang dahsyat terus melanda wilayah barat daya Prancis dan beberapa...

Misteri Ijazah Jokowi Kembali Menguap, Ada yang Sengaja Biarkan Terus Dibicarakan?

INNNEWS – Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengabulkan eksepsi Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter...

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Gila: 6,25 Juta Penonton di Stadion & 5 Miliar Orang Saksikan di Layar!

INNNEWS – Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ajang yang digelar...

artikel yang mirip

Demo Berjilid di Indonesia Jadi Sorotan Media Korea, Warganet Keluhkan Liputan Lokal yang “Dibungkam”

INNNEWS– Sebuah video laporan media Korea Selatan yang membahas gelombang demonstrasi di Indonesia viral...

Kebakaran Hutan Besar di Prancis dan Spanyol Paksa Lebih dari 300.000 Orang Mengungsi

INNNEWS – Kebakaran hutan yang dahsyat terus melanda wilayah barat daya Prancis dan beberapa...

Misteri Ijazah Jokowi Kembali Menguap, Ada yang Sengaja Biarkan Terus Dibicarakan?

INNNEWS – Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengabulkan eksepsi Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter...