HomeGlobalMBS Dorong Trump Lanjutkan Tekanan Militer terhadap Iran: “Ini Peluang Bersejarah untuk...

MBS Dorong Trump Lanjutkan Tekanan Militer terhadap Iran: “Ini Peluang Bersejarah untuk Merombak Timur Tengah”

Published on

spot_img

 360 total views

INNNEWS — Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) secara pribadi mendesak Presiden AS Donald Trump untuk tidak menghentikan tekanan militer terhadap Iran dan memanfaatkan konflik saat ini sebagai “*historic opportunity*” untuk merombak peta geopolitik Timur Tengah serta melemahkan pemerintahan garis keras di Teheran.

Menurut laporan eksklusif The New York Times edisi 24 Maret 2026 yang dikutip berbagai media internasional, MBS dalam serangkaian percakapan telepon dengan Trump menyatakan bahwa Iran merupakan ancaman jangka panjang bagi negara-negara Teluk yang hanya bisa diatasi dengan menghancurkan rezim saat ini.

Pangeran Mohammed menyampaikan bahwa kampanye militer AS-Israel ini adalah peluang bersejarah untuk merombak wilayah tersebut, kata sumber yang diberi pengarahan oleh pejabat Amerika. MBS disebut mendorong aksi lebih tegas, termasuk serangan terhadap infrastruktur energi Iran, meskipun Riyadh secara publik mendukung diplomasi dan gencatan senjata.

Saudi Tidak Terlibat Langsung, tapi Aktif Diversifikasi Energi

Meski tidak terlibat langsung dalam pertempuran, Arab Saudi memberikan dukungan diplomatik kuat terhadap posisi AS dan Israel. Secara praktis, Riyadh telah mengaktifkan penuh East-West Pipeline (juga dikenal sebagai Petroline) dengan kapasitas maksimal 7 juta barel per hari (bpd). Pipa sepanjang sekitar 1.200 km ini mengalirkan minyak dari ladang-ladang timur Saudi ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah, sehingga berhasil mem-bypass Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik.

Menurut laporan Bloomberg dan Reuters, ekspor minyak mentah melalui Yanbu kini mencapai sekitar 5 juta barel per dolar, ditambah 700.000–900.000 bpd produk olahan. Langkah ini merupakan bagian dari rencana kontingensi jangka panjang yang telah dipersiapkan sejak lama untuk mengurangi ketergantungan pada jalur laut yang rentan.

Tidak Ada Bukti Paket Insentif Besar atau Pipa Langsung ke Israel

Berbeda dengan narasi viral yang beredar di media sosial, tidak ada bukti paket insentif senilai “$1,6 triliun” yang ditawarkan Saudi untuk mendorong kelanjutan perang, termasuk transfer dana langsung $100 miliar atau investasi $1 triliun ke ekonomi AS.

Demikian pula, klaim tentang pipa minyak langsung dari Saudi ke Pelabuhan Ashdod di Israel belum terealisasi. Yang ada hanyalah diskusi jangka panjang tentang koridor energi bypass Hormuz, termasuk usulan Israel untuk rute menuju pelabuhan Mediterania (seperti Haifa atau Ashkelon) melalui jalur darat atau kombinasi pipa regional. Saat ini, fokus utama Saudi tetap pada optimalisasi Petroline ke Yanbu.

Konteks Geopolitik Saat Ini

Desakan MBS muncul di tengah gencatan senjata sementara dua minggu antara AS, Israel, dan Iran yang diumumkan awal April 2026. Gencatan senjata tersebut masih rapuh, dengan Trump baru-baru ini mengancam blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz jika Iran tidak membuka jalur sepenuhnya tanpa tol atau gangguan.

Peran Saudi mencerminkan kekhawatiran mendalam negara-negara Teluk terhadap pengaruh Iran. Meski demikian, Riyadh terus menekankan pentingnya stabilitas regional dan menghindari eskalasi lebih lanjut yang bisa merugikan ekonomi global.

Artikel Terbaru

Misteri Ijazah Jokowi Kembali Menguap, Ada yang Sengaja Biarkan Terus Dibicarakan?

INNNEWS – Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengabulkan eksepsi Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter...

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Gila: 6,25 Juta Penonton di Stadion & 5 Miliar Orang Saksikan di Layar!

INNNEWS – Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ajang yang digelar...

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

artikel yang mirip

Misteri Ijazah Jokowi Kembali Menguap, Ada yang Sengaja Biarkan Terus Dibicarakan?

INNNEWS – Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengabulkan eksepsi Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter...

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Gila: 6,25 Juta Penonton di Stadion & 5 Miliar Orang Saksikan di Layar!

INNNEWS – Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Ajang yang digelar...

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...