791 total views
INN Indonesia – Pendidikan – Nama Indonesia kembali diharumkan di kanca Internasional dalam ajang olimpiade matematika internasional atau International Mathematical Olympiad (IMO) ke-63.
IMO merupakan acara olimpiade sains tertua dan terbesar di dunia yang ditujukan bagi siswa SMA dan diikuti oleh 589 siswa dari 104 negara.
Tim pelajar Indonesia berhasil meraih 6 medali dalam ajang olimpiade yang berlangsung di Oslo, Norwegia dari 6 hingga 16 Juli 2022 itu.
6 medali tersebut terdiri dari satu medali perak, empat medali perunggu, dan satu honourable mention.
Medali perak diraih Rafael Kristoforus Yanto (SMAK Penabur, Gading Serpong).
Empat medali perunggu masing-masing diraih Sandy Kristian Waluyo (SMAK Penabur, Cirebon), Maulana Satya Adigama (SMA Taruna Nusantara, Jawa Tengah), Evelyn Lianto (SMAK Mawar Sharon, Surabaya), dan Vanya Priscillia (SMAK Petra 2, Surabaya).
Sementara penghargaan Honourable Mention diraih oleh Andrew Daniel Janong (SMAK 5 Penabur, Jakarta).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Asep Sukmayadi menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian mereka.
“Ini merupakan prestasi yang luar biasa di tengah berbagai keterbasan yang dialami dalam sistem pembinaan tim di masa pandemi ini,” tutur Asep dalam rilisnya pada Senin, (18/7/2022).
Asep mengungkapkan, dalam kompetisi IMO, para peserta diminta untuk mengerjakan enam soal matematika yang masing-masing terdiri dari tiga soal per hari dan harus dikerjakan dalam waktu 4,5 jam.
“Soal-soal ini meliputi empat bidang yaitu aljabar, kombinatorika, geometri dan teori bilangan. Soal-soal yang diberikan merupakan soal-soal yang orisinal dengan tipe soal yang belum pernah dikerjakan oleh siswa sebelumnya,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk dapat mengerjakan soal, para peserta dituntut memiliki kecepatan berpikir, ketenangan mental dan kreativitas yang tinggi.
Asep mengatakan, tak jarang para matematikawan profesional pun merasa kesulitan untuk mengerjakan soal-soal IMO dalam rentang waktu yang diberikan penyelenggara.
“Para peserta IMO ini, sebagaimana telah terbukti sebelumnya, di masa datang akan menjadi para ilmuwan, matematikawan, insinyur, dan ekonom yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan ilmu dan teknologi,” ujarnya.
Asep pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan Tim IMO Indonesia.
Ia juga mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan di pusat maupun daerah agar dapat berkolaborasi bersama untuk membangun generasi unggul yang memajukan Indonesia.


