HomeGaya HidupIndonesia Pernah Bernyanyi Bersamanya

Indonesia Pernah Bernyanyi Bersamanya

Published on

spot_img

 214 total views

INNNEWS – Ada lagu-lagu yang tidak pernah benar-benar pergi.
Ia tinggal di radio tua di ruang tamu rumah-rumah Indonesia, di perjalanan mudik malam hari, di kaset yang diputar berulang-ulang di mobil keluarga, atau di hati orang-orang yang diam-diam pernah dikuatkan oleh sebuah melodi.

Karya-karya James F. Sundah adalah jenis lagu seperti itu.

Kamis, 7 Mei 2026, kabar itu datang dari New York, Amerika Serikat. James Freddy Sundah meninggal dunia pada usia 70 tahun. Ia pergi dengan tenang, ditemani istri tercintanya, Priscilla Sundah Santoso yang akrab dipanggil Lia, bersama anak dan keluarganya.

Sulit menjelaskan perasaan ketika mengetahui sosok di balik begitu banyak kenangan bangsa akhirnya berpulang. Rasanya seperti kehilangan satu suara yang selama puluhan tahun diam-diam menemani perjalanan Indonesia, dari radio era 80-an, panggung festival, hingga playlist generasi hari ini.

Sebab tanpa sadar, jutaan orang Indonesia pernah hidup di dalam lagu-lagunya.

Banyak orang mengenal James F. Sundah sebagai pencipta lagu dan arranger besar. Tetapi bagi penikmat musik Indonesia, ia lebih dari itu. Ia adalah orang yang berhasil menerjemahkan rasa menjadi nada, dengan cara yang lembut, elegan, dan tidak pernah berlebihan.

Masih sulit dipercaya bahwa “Lilin-lilin Kecil” ditulisnya pada tahun 1977 ketika ia masih duduk di bangku SMA. Lagu itu memang tidak menjadi juara pertama di Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors, tetapi justru kemudian menjadi abadi. Ketika dinyanyikan oleh Chrisye, lagu itu seperti menemukan jalannya sendiri menuju hati masyarakat Indonesia.

Hingga hari ini, “Lilin-lilin Kecil” tetap terasa relevan, seolah setiap generasi di negeri ini selalu membutuhkan pengingat bahwa cahaya kecil pun tetap berarti di tengah gelap.

Mungkin itu sebabnya lagu tersebut masuk dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia pada 2009.

Lalu ada “September Ceria”.

Bagi banyak orang Indonesia, September terasa memiliki suasana sendiri karena lagu itu. James menulisnya untuk Vina Panduwinata pada 1982, saat karier Vina masih berkembang. Tidak ada yang menyangka lagu tersebut akan menjadi salah satu signature song terbesar dalam sejarah musik pop Indonesia.

Aneh memang, bagaimana sebuah lagu bisa membuat satu bulan terasa punya warna tersendiri.

Dan James melakukan itu.

Ia juga memberi warna baru bagi musik Indonesia melalui album Melayang milik January Christy pada 1986. Aransemen pop jazz yang ia bangun begitu khas sampai BASF Awards saat itu harus menciptakan kategori baru: “Pop Jazz”. Sebuah pencapaian langka dalam sejarah industri musik Indonesia.

Di tahun yang sama, ia menulis “Astaga” untuk Ruth Sahanaya di album Seputih Kasih. Lagu itu ikut membuka jalan bagi perjalanan panjang Uthe menjadi salah satu suara terbesar negeri ini.

Yang selalu terasa dari karya James adalah harapan.

Lirik-liriknya romantis, tetapi tidak murahan. Puitis, tetapi tetap membumi. Ada optimisme yang tenang di sana. Bahkan ketika berbicara tentang cinta atau kesedihan, lagu-lagunya terasa seperti seseorang yang sedang menyalakan lilin kecil di tengah malam panjang Indonesia.

Dan ternyata, hingga akhir hidupnya pun, ia tetap menulis dengan hati yang sama.

Meski divonis kanker paru-paru sejak 2024, James masih menyelesaikan “Seribu Tahun Cahaya”, lagu yang dinyanyikan Claudia Emmanuela Santoso (Audi). Lagu itu ia dedikasikan untuk Lia, istrinya.

Bersama kita jelajah
Raih citra gemilang
Merajut masa depan
Hingga seribu tahun cahaya

Ada sesuatu yang sangat menyentuh mengetahui bahwa di tengah rasa sakit dan keterbatasan, ia masih menulis tentang cinta yang panjang, setia, dan penuh harapan.

Banyak sahabat mereka, termasuk Dahlan Iskan, sering bercerita tentang harmonisnya hubungan James dan Lia. Bahkan sehari sebelum meninggal, Lia masih mengajak James berkeliling taman menggunakan kursi roda sambil menikmati es krim kesukaannya.

Entah kenapa, detail kecil itu terasa sangat manusiawi.

Bukan tentang musisi besar.
Bukan tentang legenda.
Tetapi tentang seorang suami Indonesia yang menikmati sore terakhir bersama perempuan yang ia cintai.

Dan mungkin memang di situlah seluruh lagu-lagunya berasal selama ini, dari hati yang tahu cara mencintai dengan tulus.

Hari ini James F. Sundah memang sudah tiada. Tetapi beberapa orang tidak benar-benar pergi. Mereka tinggal dalam nada, dalam lirik, dalam kenangan kolektif sebuah bangsa.

Setiap kali “Lilin-lilin Kecil” diputar, setiap September datang, atau setiap seseorang membutuhkan sedikit harapan untuk bertahan, nama James akan selalu hidup di sana.

Indonesia pernah bernyanyi bersamanya.

Dan mungkin, akan terus bernyanyi untuk waktu yang sangat lama.

James Freddy Sundah
(1956–2026)
Pencipta lagu, arranger, dan penjaga kenangan banyak orang Indonesia.

Artikel Terbaru

Pengevakuasian Lebah Madu oleh Pemadam di Area Sekolah Nusantara Baru (SNB)

INNNEWS - Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pengevakuasian sarang lebah madu yang berada di...

Ketika Komunikasi Bakom Dipertanyakan! Banyak Media ‘Homeless’ Bantah Jadi Mitra Pemerintah di New Media Forum

INNNEWS— Polemik meledak setelah Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengumumkan daftar 39 media...

Massa Lempar Ular Saat Aksi di Pendopo Indramayu, Polisi Siaga Amankan Situasi

INNNEWS-INDRAMAYU – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Topi Jerami di depan Pendopo Kabupaten...

MBG, Sentralisasi Fiskal, dan Kegelisahan Daerah

INNNEWS - Pemerintahan awal Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka menghadapi paradoks yang familiar dalam sejarah...

artikel yang mirip

Pengevakuasian Lebah Madu oleh Pemadam di Area Sekolah Nusantara Baru (SNB)

INNNEWS - Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pengevakuasian sarang lebah madu yang berada di...

Ketika Komunikasi Bakom Dipertanyakan! Banyak Media ‘Homeless’ Bantah Jadi Mitra Pemerintah di New Media Forum

INNNEWS— Polemik meledak setelah Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengumumkan daftar 39 media...

Massa Lempar Ular Saat Aksi di Pendopo Indramayu, Polisi Siaga Amankan Situasi

INNNEWS-INDRAMAYU – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Topi Jerami di depan Pendopo Kabupaten...