25 total views
Trump Umumkan Kesepakatan Bersejarah Pelucutan Senjata Hamas di Gaza
INNNEWS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Kamis malam (30/7/2026) bahwa Board of Peace (Dewan Perdamaian) telah mencapai kesepakatan “bersejarah” untuk pelucutan senjata secara lengkap Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Jalur Gaza.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menulis: “Hari ini, Board of Peace mencapai kesepakatan HISTORIS untuk PELUCUTAN SENJATA SECARA LENGKAP Hamas dan semua kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Ini adalah langkah monumental menuju PERDAMAIAN dan KEAMANAN yang langgeng.”
Menurut Trump, kesepakatan ini menjadi langkah krusial agar Gaza akhirnya dikelola oleh pemerintahan Palestina baru yang akan bekerja sama erat dengan Board of Peace demi membantu rakyat Palestina. “Pada saat yang sama, Israel akan mendapatkan keamanan yang layak mereka terima, dengan Gaza tidak lagi dijadikan basis serangan teror,” tegasnya.
Pelaksanaan Bertahap
Kesepakatan akan dilaksanakan dalam fase-fase yang tersusun rapi. Setelah pelucutan senjata selesai, pasukan Israel akan mundur dari Jalur Gaza. Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) kemudian akan bekerja sama dengan kepolisian Palestina baru untuk menjamin keamanan Gaza bagi penduduknya dan negara-negara tetangga.
Trump menyebut ini sebagai tonggak penting dalam implementasi Rencana 20 Poin Trump. Ia juga berterima kasih kepada mediator Mesir, Qatar, dan Turki, serta timnya.
“Ancaman yang muncul dari Gaza pada 7 Oktober TIDAK akan diizinkan bangkit kembali! Di bawah kesepakatan ini, Gaza pada akhirnya akan berada di tangan pemerintahan Palestina baru yang melayani RAKYAT-nya,” tulis Trump.
Respons Hamas dan Keraguan Israel
Pejabat senior Hamas menyatakan kelompok itu telah menyetujui rencana pelucutan senjata. Sejumlah sumber menyebut kesepakatan mencakup ketentuan soal senjata dan penarikan bertahap pasukan Israel. Salah satu anggota tim negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan gerakan itu membuat “konsesi demi rakyat kami di Jalur Gaza, untuk menyelamatkan mereka dari pembunuhan dan pengusiran”.
Namun, pejabat Israel masih skeptis. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya menilai proposal 15 poin Board of Peace belum memenuhi tuntutan Israel untuk demiliterisasi lengkap Gaza. Beberapa pihak juga mencatat perbedaan pandangan soal urutan: Trump menyatakan penarikan Israel terjadi setelah pelucutan senjata selesai, sementara pihak Hamas menekankan penarikan Israel sebagai bagian dari proses.
Board of Peace menyatakan ini pertama kalinya Hamas dan faksi Palestina lainnya di Gaza berkomitmen pada rencana konkret untuk melepaskan senjata dan menyerahkan tanggung jawab keamanan serta layanan sipil kepada pemerintahan teknokratis baru.
Proses pelucutan senjata diperkirakan memakan waktu 200–350 hari, dengan peta jalan detail yang harus disiapkan dalam waktu sekitar 14 hari. Implementasi diharapkan dimulai dalam beberapa minggu ke depan.
Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari upaya diplomasi panjang setelah gencatan senjata sebelumnya yang difasilitasi AS. Meski masih ada tantangan besar dalam implementasi dan penerimaan penuh dari semua pihak, pengumuman Trump menandai perkembangan signifikan dalam upaya menghentikan konflik dan membangun tata kelola baru di Gaza


