26 total views
INNNEWS – Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas setelah pihak Saudi menuduh Houthi meluncurkan drone ke arah kota suci Makkah. Pasukan pertahanan udara Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci tersebut.
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Brigjen Turki al-Maliki, menyatakan bahwa insiden terjadi pada Selasa (15/9/2026) malam. Menurutnya, drone yang diluncurkan Houthi diarahkan ke selatan Makkah dan berhasil dihancurkan sebelum memasuki ruang udara terbatas. Ia menegaskan bahwa keamanan Dua Masjid Suci (Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah) serta para jemaah merupakan “garis merah” (red line).
“Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah adalah garis merah, dan Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan serta memberikan efek jera terhadap milisi teroris Houthi,” kata al-Maliki.
Otoritas Saudi sempat mengeluarkan peringatan keamanan di Makkah, Taif, dan Jeddah. Peringatan tersebut kemudian dicabut setelah beberapa menit. Insiden ini disebut sebagai upaya kedua Houthi menargetkan Makkah setelah peluncuran rudal balistik pada Juli 2017.
Bantahan Houthi
Kelompok Houthi segera membantah tuduhan tersebut. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa target mereka adalah fasilitas minyak dan pangkalan militer Saudi yang jauh dari lokasi suci. Ia menuduh Arab Saudi menyebarkan “fitnah dan kebohongan”.
Pejabat politbiro Houthi, Hazem al-Assad, juga menepis klaim tersebut lewat media sosial X. “Klaim tentang penargetan Makkah adalah kebohongan usang yang sudah pernah digunakan sebelumnya dan tidak lagi memperdaya siapa pun,” tulisnya.
Eskalasi Konflik
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dalam beberapa pekan terakhir. Houthi telah melancarkan sejumlah serangan drone dan rudal ke wilayah Arab Saudi sebagai pembalasan atas serangan udara Saudi di Yaman. Sementara itu, Arab Saudi membalas dengan serangan udara terhadap posisi Houthi.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras dugaan serangan ke arah Makkah. Sejumlah negara Muslim juga menyampaikan keprihatinan dan kecaman. Amerika Serikat sempat mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya terkait situasi di Arab Saudi.
Konflik ini berpotensi memperburuk situasi regional, termasuk ancaman terhadap jalur pelayaran di Laut Merah dan harga energi global. Hingga kini, kedua belah pihak saling tuding, sementara situasi di lapangan tetap tegang.


