22 total views
INNNEWS – Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menawarkan Kanada untuk menjadi “anggota asosiasi” (associate member) pertama Uni Eropa. Penawaran bersejarah ini disampaikan dalam pidato State of the Union 2026 di Parlemen Eropa, Strasbourg, Rabu (16/9/2026), di hadapan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Von der Leyen menyatakan ingin membawa hubungan Uni Eropa-Kanada ke tingkat tertinggi yang mungkin. “Saya ingin bekerja sama dengan Anda untuk membuka pintu bagi Kanada agar menjadi anggota asosiasi pertama Uni Eropa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kedua belah pihak memiliki nilai-nilai demokrasi yang sama dan pandangan serupa terhadap isu-isu besar, mulai dari kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga geopolitik.
Status “anggota asosiasi” belum tercantum dalam perjanjian Uni Eropa saat ini. Penawaran ini merupakan bentuk kemitraan baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Von der Leyen mengusulkan peningkatan perjanjian perdagangan CETA menjadi “Alliance for the Future” guna menciptakan ruang kemakmuran bersama dan keamanan ekonomi.
Kerja sama yang digagas mencakup manufaktur cerdas, aliansi teknologi, integrasi basis industri pertahanan, proyek bersama di Arktik, energi, mineral kritis, baterai, AI, komputasi kuantum, keamanan siber, dan keamanan ekonomi.
Perdana Menteri Mark Carney menyambut baik ambisi tersebut. Ia menyatakan Kanada dan Eropa “lebih kuat bersama” di tengah tantangan geopolitik.
menekankan pentingnya kerja sama mendalam di bidang mineral kritis, keamanan energi, dan pertahanan, tanpa mencari keanggotaan penuh Uni Eropa.
Detail status anggota asosiasi masih belum jelas dan memerlukan persetujuan 27 negara anggota Uni Eropa serta proses ratifikasi. Beberapa pejabat Kanada menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah hasil konkret, bukan sekadar label status.
Kemitraan ini muncul di tengah upaya Kanada memperkuat hubungan internasional di luar Amerika Serikat. Kedua belah pihak dijadwalkan membahas lebih lanjut dalam KTT Uni Eropa-Kanada di Montreal pada akhir Oktober 2026.
Penawaran ini menandai langkah baru Uni Eropa dalam merancang ulang kemitraan global di tengah dinamika geopolitik yang berubah.


