28 total views
INNNEWS — Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8) terus bertambah. Presiden Abelardo de la Espriella mengumumkan bahwa setidaknya 265 orang tewas, 3.494 orang luka-luka, dan 496 orang masih dinyatakan hilang.
Menurut pernyataan resmi presiden yang disiarkan televisi Caracol, sebanyak 25.872 keluarga atau sekitar 53.816 orang terdampak bencana tersebut. “Upaya kami saat ini difokuskan untuk mencari mereka yang hilang,” kata de la Espriella.
Kerusakan Massif
Gempa juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur. Presiden melaporkan bahwa 53.816 rumah dan 140 gedung ambruk. Selain itu, 1.819 institusi pendidikan, 631 pusat komunitas, dan 179 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. Jembatan tol, ruas jalan, instalasi air, dan beberapa bandara juga terdampak.
Kota-kota yang paling parah terkena dampak antara lain Cali (ibu kota Departemen Valle del Cauca), Pereira, Manizales, Quibdó, dan Armenia. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung intensif di lokasi-lokasi reruntuhan bangunan.
Detail Gempa
Gempa terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa di dekat San José del Palmar, Departemen Chocó, salah satu wilayah termiskin di Kolombia. Guncangan terasa hampir di seluruh wilayah Kolombia hingga negara tetangga seperti Ekuador, Panama, dan Venezuela. Gempa ini digolongkan sebagai salah satu yang paling dahsyat di Kolombia dalam beberapa dekade terakhir.
Sebelumnya, Asosiasi Ibu Kota Provinsi Kolombia (Asocapitales) sempat melaporkan angka korban lebih rendah, yaitu sekitar 190–241 orang tewas. Angka terus naik seiring berjalannya proses identifikasi jenazah dan operasi pencarian.
Upaya Penyelamatan
Tim penyelamat lokal dan internasional terus bekerja keras. Beberapa korban selamat berhasil dievakuasi dari reruntuhan, termasuk seorang wanita berusia 32 tahun di Pereira yang ditemukan setelah terjebak puluhan jam. Pemerintah telah menyatakan keadaan darurat nasional dan fokus pada pencarian orang hilang.
Bantuan internasional mulai berdatangan, sementara pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.


