30 total views
INNNEWS – Amerika Serikat (AS) tengah menyiapkan operasi militer gabungan di Kolombia. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa pemerintah Kolombia telah memberikan izin untuk operasi tersebut guna menghancurkan jaringan teroris dan kelompok kriminal di wilayahnya.
Menurut Hegseth, operasi gabungan ini bertujuan untuk menindak kelompok-kelompok yang dianggap sebagai ancaman keamanan regional, termasuk jaringan terorisme yang beroperasi di wilayah Amerika Latin. Kolombia disebut telah menyetujui kerja sama militer dengan AS untuk memperkuat upaya pemberantasan kelompok bersenjata dan sindikat kejahatan terorganisir.
“Kolombia mengizinkan operasi militer gabungan untuk menghancurkan teroris dan jaringan teror,” ujar Hegseth dalam keterangan yang dikutip dari laporan media internasional, Jumat (14/8/2026).
Latar Belakang Kerja Sama
Kolombia selama ini dikenal sebagai mitra strategis AS di kawasan Amerika Latin, khususnya dalam pemberantasan narkotika dan kelompok pemberontak. Kerja sama militer antara kedua negara sudah berlangsung lama, namun pernyataan Hegseth menandai intensitas yang lebih tinggi dalam operasi bersama.
Langkah AS ini muncul di tengah fokus pemerintahan Presiden Donald Trump yang semakin memperketat kebijakan keamanan di kawasan. Selain operasi di Kolombia, AS juga tengah memperkuat posisi militer terkait isu-isu global lainnya, termasuk blokade terhadap pelabuhan Iran.
Reaksi dan Implikasi
Hingga saat ini, pemerintah Kolombia belum memberikan pernyataan resmi yang mendetail terkait ruang lingkup dan durasi operasi gabungan tersebut. Pengamat keamanan menilai kerja sama ini dapat memperkuat kapasitas militer Kolombia, namun juga berpotensi menimbulkan kontroversi terkait kedaulatan dan dampak terhadap warga sipil.
Sementara itu, komunitas internasional masih memantau perkembangan kerja sama militer AS-Kolombia. Operasi ini diperkirakan akan melibatkan intelijen bersama, dukungan logistik, serta kemungkinan keterlibatan pasukan khusus dari kedua negara.
AS menegaskan bahwa fokus utama operasi adalah menghancurkan jaringan teror dan kejahatan terorganisir yang mengancam stabilitas kawasan.


