HomeGlobalMalaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

Published on

spot_img

 229 total views

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam menanggulangi kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil di tengah meningkatnya sebaran asap dari Kalimantan yang mulai berdampak ke wilayah Sarawak.

Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, menyatakan bahwa kedua negara sepakat meningkatkan kolaborasi setelah pertemuan ASEAN baru-baru ini. “Baru-baru ini kami menggelar rapat ASEAN. Saya bertemu dengan semua kolega, termasuk Menteri Lingkungan Indonesia, dan kami telah sepakat meningkatkan kerja sama,” ujar Arthur di Kota Kinabalu, Selasa (18/8/2026).

Bentuk kerja sama yang disepakati mencakup pemantauan titik panas (hotspot), penegakan hukum yang lebih ketat terhadap aktivitas pembakaran terbuka, serta kemungkinan berbagi wilayah udara dan aset untuk operasi penyemaian awan (cloud seeding) jika diperlukan.

Arthur menekankan bahwa kabut asap merupakan masalah regional, bukan persoalan satu negara saja. “Apa yang terjadi di negara tetangga juga akan memengaruhi kita. Kerja sama kawasan sangat krusial, terutama karena Malaysia sedang memasuki fase super El Niño yang berpotensi memperburuk kekeringan dan meningkatkan titik api,” katanya.

Sejumlah wilayah di Sarawak, Malaysia, telah merasakan dampak kabut asap dari Kalimantan. Indeks Polutan Udara (API) di beberapa daerah mencatat kategori tidak sehat, antara lain Serian (195), Kuching (191), Sri Aman (178), dan Samarahan (175). Kondisi ini mendorong penutupan sementara sejumlah sekolah di Kuching, Padawan, Serian, dan Samarahan.

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) juga melaporkan pergerakan asap intensitas sedang dari hotspot di Kalimantan Barat yang bergerak ke arah Sarawak. Malaysia berkomitmen terus membawa isu ini ke tingkat ASEAN agar koordinasi regional semakin efektif, sejalan dengan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) dan Roadmap Bebas Kabut Asap ASEAN 2023–2030.

Di sisi Indonesia, upaya pemantauan dan pengendalian karhutla di Kalimantan terus diperkuat, termasuk melalui operasi terpadu yang melibatkan Manggala Agni, BNPB, dan instansi terkait. Kedua negara diharapkan dapat mempercepat pertukaran data dan respons bersama agar dampak kabut asap lintas batas dapat diminimalkan.

Artikel Terbaru

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

Listyo Jatuh, Ada Apakah?

INNNEWS – Dunia kepolisian Indonesia diguncang kabar mengejutkan pagi ini. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo...

Hujan di Tokyo Berlangsung 34 Hari Berturut-turut, Rekor Baru Sejak 1886

INNNEWS — Ibu kota Jepang mencatat rekor baru hujan berturut-turut selama 34 hari, yang...

artikel yang mirip

Menang Politik, Kalah Yuridis: Mengapa Langkah Denny Indrayana dkk Belum Berakhir?

INNNEWS - Putusan Mahkamah Konstitusi telah menutup jalur yuridis yang ditempuh Denny Indrayana dan...

Paguyuban Warga RW13 Solo Tolak Sterilisasi Lahan Parkir di Area Jalan Masjid Sheikh Zayed

INNNEWS – Paguyuban Warga RW13 Solo menggelar aksi penolakan sterilisasi lahan parkir di area...

Listyo Jatuh, Ada Apakah?

INNNEWS – Dunia kepolisian Indonesia diguncang kabar mengejutkan pagi ini. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo...