588 total views
INN Indonesia – Kesehatan – Baru-baru ini ice cream rasa vanilla dari sebuah brand ternama ditarik dari peredaran di Indonesia.
Penarikan itu atas keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia, terkait adanya kadar Etilen Oksida (EtO) dalam produknya. Bahkan melebihi batas yang diizinkan oleh Uni Eropa.
Lantas, apa sebenarnya Etilen Oksida atau EtO dan dampaknya bagi tubuh?
Melansir situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, EtO merupakan jenis gas tidak berwarna yang mudah terbakar dan berbau manis.
Umumnya, EtO digunakan untuk pembuatan etilen glikol (antibeku), tekstil, deterjen, pelarut, atau produk lainnya.
Selain itu, etilen oksida dengan jumlah relatif kecil biasa digunakan sebagai fumigan, untuk sterilisasi makanan dan kosmetik. Sementara di rumah sakit, EtO digunakan untuk sterilisasi peralatan bedah dan peralatan plastik.
Lalu apa efeknya jika etilen oksida dengan kadar berlebih masuk ke tubuh?
Mengutip situs resmi CDC Amerika Serikat, efek samping dari etilen oksida antara lain:
- Sakit kepala
- Mual dan muntah
- Diare
- Kesulitan bernapas
- Mengantuk
- Lemah otot dan kelelahan
- Mata dan kulit terasa seperti terbakar.
Disebutkan bahwa EtO bersifat karsinogenik bagi manusia melalui paparan inhalasi. Paparan etilen oksida yang berlebih juga meningkatkan risiko terkena limfoma, leukimia, kanker perut dan payudara.


