22 total views
INNNEWS – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dilanjutkan pada hari ketiga, Selasa (15/9/2026). Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerjunkan KRI Canopus-936 milik TNI Angkatan Laut untuk mendukung pencarian bawah laut.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan, KRI Canopus sedang dalam perjalanan dan dijadwalkan tiba di lokasi kejadian pada Selasa pagi. Kapal tersebut akan digunakan sebagai alternatif karena cuaca buruk menghambat pengerahan tim penyelam pada hari kedua operasi.
“KRI Canopus dalam perjalanan dan tiba di lokasi pada Selasa (15/9) pagi untuk mendukung pencarian bawah air menggunakan teknologi yang tersedia di kapal tersebut sebagai alternatif menghadapi kendala cuaca yang membatasi pengerahan penyelam,” kata Syafii dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin malam.
KRI Canopus merupakan kapal bantu hidrooseanografi milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Kapal ini dilengkapi drone bawah air, multibeam echo sounder, dan remotely operated vehicle (ROV) yang mampu mendeteksi serta memetakan dasar laut untuk mencari korban dan bangkai kapal.
Data Korban Terkini
Hingga Senin (14/9) pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan. Rinciannya terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang berada di atas kapal.
Dari 114 korban tersebut, sebanyak 86 orang sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terdiri atas 85 korban selamat dan satu jenazah. Jenazah lainnya dievakuasi melalui Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru dan diserahkan ke Tim DVI Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kronologi Kejadian
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026) pukul 06.52 WIB. Kapal yang dioperasikan PT Virgo Karya Shipping itu membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru, serta sejumlah kendaraan.
Pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita, kapal dilaporkan mengalami kemiringan (listing) di perairan Masalembo, Laut Jawa, setelah menghadapi cuaca buruk. Kontak dengan kapal kemudian terputus. Laporan pertama diterima Basarnas Banjarmasin sekitar pukul 04.10 Wita.
Operasi SAR gabungan melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, dan instansi terkait. Selain KRI Canopus, TNI AL juga mengerahkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KAL Kumai II, serta dukungan udara berupa pesawat dan helikopter.
Basarnas menegaskan operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan. Tim penyelam tetap disiapkan untuk diterjunkan segera setelah kondisi cuaca memungkinkan.


