HomeUncategorizedPemekaran Provinsi Baru di Papua adalah Aspirasi Masyarakat, Demi Pemerataan Pembangunan

Pemekaran Provinsi Baru di Papua adalah Aspirasi Masyarakat, Demi Pemerataan Pembangunan

Published on

spot_img

 421 total views

JAYAPURA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemekaran wilayah Papua yakni tiga daerah otonomi baru (DOB) merupakan permintaan masyarakat dari bawah.

Hal itu ditegaskan Jokowi usai meluncurkan Papua Football Academy (PFA) di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Rabu (31/8/2022).

“Ini kan kita saya sendiri mendengar, pemerintah itu, mendengar permintaan-permintaan dari bawah, saya ke Merauke minta, saya ke Pegunungan Tengah kelompok-kelompok datang ke saya minta itu dan sudah 7 tahun yang lalu, 6 tahun yang lalu, 5 tahun yang lalu, dan tindak lanjuti dengan pelan-pelan,” ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, pemekaran wilayah Papua bertujuan untuk pemerataan pembangun, karena wilayah Papua terlalu luas bila hanya memiliki dua Provinsi.

“Untuk memudahkan jangkauan pelayanan, itulah dibangun daerah-daerahn otonomi baru,” kata Jokowi.

Terkait adanya Pro-kontra terkait pemekaran wilayah Papua, menurut Presiden, merupakan hal yang lumrah di negara Demokrasi seperti Indonesia. “Sekali lagi itu adalah permintaan dari bawah, ada pro dan kontra itulah yang namanya demokrasi ya,” pungkasnya.

Untuk diketahui pemerintah bersama DPR telah menyepakati pemekaran provinsi baru di Papua yakni Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.

Dengan demikian terdapat 5 Provinsi di Pulau di ujung Timur Indonesia itu.

Artikel Terbaru

Siapa yang Disakiti Nadiem? The Invisible Hand di Balik Tuntutan Jaksa yang Tak Logis

INNNEWS— Tuntutan 18 tahun penjara plus uang pengganti Rp5,6 triliun yang dibacakan Jaksa Penuntut...

Putusan MK dan Politik Menunda IKN

INNNEWS - Putusan terbaru Mahkamah Konstitusi pada 12 Mei 2026 menjadi titik penting dalam...

Mahasiswa HI UNISRI Simulasikan Diplomasi Dunia Lewat UNISRI Diplomatic Course 2026

INNNEWS— Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi atau Universitas Slamet Riyadi kembali...

Suarakan Perlawanan Masyarakat Adat, Pemuda Keerom, Papua Gelar Nobar Film ‘Pesta Babi’

INNNEWS – Pemuda-Pemudi yang tergabung dalam Forum Generasi Muda Kabupaten Keerom, Papuan Voice, pemuda dan...

artikel yang mirip

Siapa yang Disakiti Nadiem? The Invisible Hand di Balik Tuntutan Jaksa yang Tak Logis

INNNEWS— Tuntutan 18 tahun penjara plus uang pengganti Rp5,6 triliun yang dibacakan Jaksa Penuntut...

Putusan MK dan Politik Menunda IKN

INNNEWS - Putusan terbaru Mahkamah Konstitusi pada 12 Mei 2026 menjadi titik penting dalam...

Mahasiswa HI UNISRI Simulasikan Diplomasi Dunia Lewat UNISRI Diplomatic Course 2026

INNNEWS— Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi atau Universitas Slamet Riyadi kembali...