HomeTrendingSuarakan Perlawanan Masyarakat Adat, Pemuda Keerom, Papua Gelar Nobar Film ‘Pesta Babi’

Suarakan Perlawanan Masyarakat Adat, Pemuda Keerom, Papua Gelar Nobar Film ‘Pesta Babi’

Published on

spot_img

 21 total views

INNNEWS – Pemuda-Pemudi yang tergabung dalam Forum Generasi Muda Kabupaten Keerom, Papuan Voice, pemuda dan warga Kampung Yowong, menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter berjudul “Pesta Babi” pada Sabtu malam, 9 Mei 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Gereja GKI Kampung Yowong ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan sebuah bentuk solidaritas terhadap perjuangan masyarakat adat di wilayah Papua Selatan.

Film “Pesta Babi” memotret realita getir yang dihadapi masyarakat adat di Papua Selatan. Dokumenter ini menyoroti bagaimana ruang hidup dan tanah leluhur mereka kini terancam oleh ekspansi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melibatkan pembukaan lahan skala besar. Judul “Pesta Babi” sendiri menjadi satir yang pedih tentang hilangnya sumber pangan, hutan keramat, dan identitas budaya.

Koordinator kegiatan menyatakan bahwa Nobar ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan membuka mata generasi muda di Keerom tentang dampak nyata investasi skala besar yang sering kali mengabaikan hak-hak masyarakat adat.
“Apa yang terjadi di Papua Selatan adalah potret masa depan kita semua jika kita tidak peduli pada tanah.

Melalui film ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa tanah adalah ibu yang memberi kehidupan, bukan sekadar komoditas untuk dieksploitasi,” ungkap salah satu perwakilan Forum Generasi Muda Keerom.
Setelah selesai, nobar dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka. Pemuda dan tokoh masyarakat Kampung Yowong saling bertukar pikiran mengenai pentingnya menjaga kedaulatan tanah adat di tengah arus pembangunan yang masif.

Mereka menegaskan bahwa pembangunan seharusnya melibatkan dan menyejahterakan pemilik hak ulayat, bukan justru meminggirkan mereka dari tanah mereka sendiri.
Melalui aksi ini, Forum Generasi Muda Kabupaten Keerom dan masyarakat Kampung Yowong mengirimkan pesan kuat kepada pemerintah dan pihak swasta agar mengevaluasi kembali setiap proyek industri yang masuk ke Tanah Papua.

Solidaritas lintas wilayah ini diharapkan mampu memperkuat barisan masyarakat adat dalam mempertahankan warisan leluhur demi keberlanjutan generasi mendatang.
Kegiatan ini menegaskan bahwa solidaritas pemuda Keerom melampaui batas wilayah demi menjaga martabat kemanusiaan. Melalui pemutaran film “Pesta Babi”, mereka mengingatkan bahwa pembangunan sejati haruslah berakar pada penghormatan terhadap hak ulayat, Papua bukan tanah kosong.

Perlawanan simbolis ini menjadi alarm bagi pemangku kebijakan agar tidak menumbalkan ruang hidup masyarakat adat demi kepentingan industri semata.

Artikel Terbaru

Bantargebang Jadi Penyumbang Gas Metana Terbesar Kedua di Dunia

INNNEWS- Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan...

Debitur Dilarang Alihkan Jaminan Kredit, Bisa Diganjar Sanksi Pidana

INNNEWS – Debitur yang mengalihkan atau menjual aset yang masih menjadi jaminan kredit tanpa persetujuan...

Mengapa Prabowo Menyerang “Orang Pintar Jakarta”?

Kalimat Presiden Prabowo Subianto itu, diucapkan di hadapan nelayan Gorontalo pada 9 Mei 2026, segera menyebar luas di media sosial dan kanal berita nasional. Namun fokus utama bukanlah apakah pernyataan tersebut benar atau salah. Pertanyaan yang lebih penting adalah: mengapa seorang presiden memilih diksi itu, di tempat itu, pada momentum itu.

Jumlah anak usia sekolah yang tercatat tidak sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta

INNNEWS - Sebanyak 13.669 anak usia sekolah di DIY tercatat tidak sekolah, dengan Kabupaten...

artikel yang mirip

Bantargebang Jadi Penyumbang Gas Metana Terbesar Kedua di Dunia

INNNEWS- Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan...

Debitur Dilarang Alihkan Jaminan Kredit, Bisa Diganjar Sanksi Pidana

INNNEWS – Debitur yang mengalihkan atau menjual aset yang masih menjadi jaminan kredit tanpa persetujuan...

Mengapa Prabowo Menyerang “Orang Pintar Jakarta”?

Kalimat Presiden Prabowo Subianto itu, diucapkan di hadapan nelayan Gorontalo pada 9 Mei 2026, segera menyebar luas di media sosial dan kanal berita nasional. Namun fokus utama bukanlah apakah pernyataan tersebut benar atau salah. Pertanyaan yang lebih penting adalah: mengapa seorang presiden memilih diksi itu, di tempat itu, pada momentum itu.