HomeUncategorizedSejumlah Pebulu Tangkis Diangkat Jadi PNS Kemenpora, Ada Ginting hingga Greysia Poli

Sejumlah Pebulu Tangkis Diangkat Jadi PNS Kemenpora, Ada Ginting hingga Greysia Poli

Published on

spot_img

 495 total views

INN NEWS – Beberapa pebulu tangkis Tanah Air telah dinyatakan resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil atau PNS di lingkup Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.

Deretan pebulu tangkis yang mendapatkan status PNS diantaranya Anthony Ginting, Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian, Liliyana Natsir, hingga Hendra Setiawan.

Dari akun Instagram @fajaralfian95 seperti dilihat pada Kamis, 10 November 2022 terlihat beberapa atlet kebanggan Tanah Air itu membagikan momen tersebut.

Tidak itu Hafiz Faizal, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad, hingga Greysia Poli juga diangkat menjadi PNS.

Selain dari atlet bulu tangkis, ada Edgar Marvelo tercatat sebagai atlet wushu juga diangkat menjadi PNS.

Pada kesempatan tersebut terlihat foto para atlet mengenakan seragam putih lengkap dengan dasi hitam hingga celana hitam.

Diketahui, atlet bulutangkis tersebut sudah melalui proses pendidikan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Pertahanan atau Pusdiklat Tekfunghan.

Pada unggahan Instagramnya, Fajar Alfian menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Kemenpora.

Setelah menjalani berbagai proses, akhirnya atlet bulu tangkis dan cabang olahraga lainnya resmi menjadi PNS pada tahun 2022.

“Terima kasih banyak untuk pemerintah @Kemenpora atas apresiasinya, dari CPNS 2018 dan sekarang sudah resmi menjadi PNS di 2022 lewat pendidikan pelatihan di @pusdiklat_tekfunghan,” tulis Fajar di Instagramnya.

Fajar menambahkan, karir sebagai atlet bulu tangkis hingga berhasil menjadi PNS menjadi buah kerja kerasnya.

Tidak lupa Fajar juga menyampaikan dukungan penting berupa doa dari keluarga.

“Sungguh penghargaan yang berarti buat kami sehingga orang tua sekarang mendukung anaknya menjadi olahragawan yang membela bangsa ini yang mempunyai bekal di masa depan,” tambah Fajar.

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...