HomeUncategorizedBuka KTT G20, Jokowi Minta Perang Dihentikan "Kolaborasi Selamatkan Dunia"  

Buka KTT G20, Jokowi Minta Perang Dihentikan “Kolaborasi Selamatkan Dunia”  

Published on

spot_img

 417 total views

INN NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 meminta negara-negara anggota G20 bersatu mengatasi krisis global, serta meminta agar perang dihentikan.

Jokowi mengatakan, tidak ada pilihan lain selain berkolaborasi untuk menyelamatkan dunia.

Menurut Jokowi, hal tersebut adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya untuk rakyat tapi juga penduduk dunia.

“Bertanggung jawab di sini, berarti kita harus mengakhiri perang. Jika perang tidak berakhir, dunia akan sulit bergerak maju. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi kita untuk bertanggung jawab atas masa depan generasi sekarang dan generasi mendatang,” kata Jokowi.

Lanjut Jokowi, dunia tidak semestinya terbelah menjadi beberapa bagian.

“Kita tidak boleh membiarkan dunia jatuh ke dalam perang dingin lainnya,” ujar Jokowi dalam pembukaan KTT G20 Bali, Selasa, 15 November 2022.

Baca juga: H-2 KTT G20, Jokowi Pastikan Indonesia Jadi Solusi Krisis & Pemulihan Ekonomi Dunia

Hal itu ditegaskan Jokowi di hadapan sejumlah delegasi yang hadir, antara lain Amerika Serikat Joe Biden dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Saat KTT G20 berlangsung, perang terjadi antara Rusia Ukraina sejak Februari lalu.

Jokowi menggaungkan persatuan di antara negara-negara G20 dalam mengatasi krisis global. Dia menyerukan para pemimpin dunia, yang sebelumnya telah terbelah, dapat menjembatani perbedaan.

“Apakah kita akan mencetak keberhasilan? Atau akan menambah satu lagi angka kegagalan? Buat saya, G20 harus berhasil dan tidak boleh gagal,” kata Jokowi.

Fokus Indonesia sebagai presidensi G20 adalah pemulihan ekonomi global pasca-pandemi, dengan prioritas bidang kesehatan, transformasi digital, dan transisi energi.

Dalam pidato pembukaannya, Jokowi mengatakan, sebagai presiden G20, Indonesia telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjembatani perbedaan yang sangat dalam dan lebar.

Namun keberhasilan hanya akan dapat tercapai jika semua pihak dapat menyisihkan perbedaan.

Karena perbedaan pendapat soal Ukraina, forum KTT G20 diperkirakan sulit mencapai kesepakatan bersama. Kendati demikian, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia sebagai presidensi G20 akan tetap menjaga perdamaian.

Artikel Terbaru

Siapa yang Disakiti Nadiem? The Invisible Hand di Balik Tuntutan Jaksa yang Tak Logis

INNNEWS— Tuntutan 18 tahun penjara plus uang pengganti Rp5,6 triliun yang dibacakan Jaksa Penuntut...

Putusan MK dan Politik Menunda IKN

INNNEWS - Putusan terbaru Mahkamah Konstitusi pada 12 Mei 2026 menjadi titik penting dalam...

Mahasiswa HI UNISRI Simulasikan Diplomasi Dunia Lewat UNISRI Diplomatic Course 2026

INNNEWS— Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi atau Universitas Slamet Riyadi kembali...

Suarakan Perlawanan Masyarakat Adat, Pemuda Keerom, Papua Gelar Nobar Film ‘Pesta Babi’

INNNEWS – Pemuda-Pemudi yang tergabung dalam Forum Generasi Muda Kabupaten Keerom, Papuan Voice, pemuda dan...

artikel yang mirip

Siapa yang Disakiti Nadiem? The Invisible Hand di Balik Tuntutan Jaksa yang Tak Logis

INNNEWS— Tuntutan 18 tahun penjara plus uang pengganti Rp5,6 triliun yang dibacakan Jaksa Penuntut...

Putusan MK dan Politik Menunda IKN

INNNEWS - Putusan terbaru Mahkamah Konstitusi pada 12 Mei 2026 menjadi titik penting dalam...

Mahasiswa HI UNISRI Simulasikan Diplomasi Dunia Lewat UNISRI Diplomatic Course 2026

INNNEWS— Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi atau Universitas Slamet Riyadi kembali...