HomeUncategorizedUps...Ada yang Korup Bansos DKI nih, Ternyata Bestinya Eks Gubernur 

Ups…Ada yang Korup Bansos DKI nih, Ternyata Bestinya Eks Gubernur 

Published on

spot_img

 1,112 total views

INN NEWS – Pegiat media sosial, Rudi Valinka mencurigai adanya permainan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dengan pejabat Perumda Pasar Jaya.

Kecurigaan Rudi terkait bantuan sosial DKI yang ternyata tak sempat disalurkan ke masyarakat yang harusnya menerima.

Diketahui, Pasar Jaya adalah salah satu perusahaan BUMD yang dipilih Dinas Sosial DKI sebagai rekanan untuk menyalurkan bansos berupa paket sembako.

Pasar Jaya sendiri mendapat porsi senilai Rp2.85 triliun untuk menyalurkan bansos.

Namun, dalam perjalanannya terdapat masalah karena ada sekian banyak barang yang mengalami peristiwa unknown shrinkage atau kehilangan yang tidak diketahui yang diduga akibat banyak modus surat jalan yang double dan lainnya.

“Uang Bansos 2020 senilai Rp. 2.85 Triliun ini direncanakan untuk dibagikan dalam bentuk 15 juta paket sembako dan diberikan dalam 11 tahap selama tahun 2020,” kata Rudi dikutip dari Twitter pribadinya @kurawa, Selasa (10/1/2023).

Rudi kemudian menaruh kecurigaan karena vendor-vendor yang dipilih Pasar Jaya tak cukup meyakinkan. Hal itu diungkap Rudi merujuk hasil audit forensik Ernst & Young (EY) yang belum dibuka ke publik.

“EY melakukan analisa vendor yang ditunjuk Perumda Pasar Jaya hasilnya mengejutkan seperti ini, banyak perusahaan aneh-aneh,” ujarnya.

Rudi kemudian menyoroti jajaran Direksi Perumda Pasar Jaya. Dimana Ketua Dewan Pengawas Pasar Jaya Sutrisno Muslimin punya jabatan lain di luar perusahaan, yaitu sebagai Ketua DPP Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (Anies).

“FYI aja ketua dewan Pengawas Pasar Jaya merangkap sebagai ketua DPP Relawan Anies. Jadi U know lah,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Rudi berharap aparat penegak hukum mau menelusuri dugaan korupsi tersebut lebih jauh. Apalagi sudah ada data-data yang cukup meyakinkan untuk melakukan tindakan pada kasus tersebut.

“Apa kasus ini akan berujung ke Gubernur DKI saat itu? Wallahulam. Yang pasti jika penegak hukum mau masuk tentu akan dapat gambaran siapa yang memerintahkan penentuan supplier-suppliernya?. Sekali lagi mau atau tidak aja,” paparnya.

Lewat akun Twitternya, dia juga berbagi tangkapan layar yang menampilkan jumlah pembaca tweetnya itu yang telah mencapai empat juta akun.

“Selamat Pagi “Dugaan Korupsi Beras Bansos DKI 2020. Hampir 2 hari ini sudah 4 juta akun yang membaca kasus ini,” cuitnya, Rabu 11 Januari 2022.

Dia juga menyinggung diamnya media besar yang biasanya menyoroti kicauan Twitter seperti itu, bahkan menyoroti BuzzeRp Yohanies yang seolah bisu.

“Media besar yg biasanya asal copas twit viral menjadi Diam, BuzzeRp Yohanies yg selama ini Kamikaze bela junjungannya menjadi Bisu. Ada apa yah?” pungkasnya.

 

 

Artikel Terbaru

Upaya Iptu Juani Aing Bentengi Anak-anak Pesisir Tarakan dari Peredaran Narkoba

INNNEWS – Peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan di wilayah pesisir menjadi perhatian serius aparat kepolisian....

Google Siapkan Dana Rp 2,3 Triliun untuk Kompensasi Jutaan Pengguna Android

INNNEWS – Raksasa teknologi Google dikabarkan akan membagikan dana kompensasi sebesar 2,3 triliun rupiah...

KPK Ungkap Alasan Panggil Staf PBNU Syaiful Bahri dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

INNNEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan pemanggilan seorang staf Pengurus Besar Nahdlatul...

POLISI SITA 56 RIBU IPHONE ILEGAL,NILAINYA CAPAI RP 225 MILIAR

INNNEWS-Jakarta – Aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus peredaran ponsel ilegal dalam jumlah besar dengan...

artikel yang mirip

Upaya Iptu Juani Aing Bentengi Anak-anak Pesisir Tarakan dari Peredaran Narkoba

INNNEWS – Peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan di wilayah pesisir menjadi perhatian serius aparat kepolisian....

Google Siapkan Dana Rp 2,3 Triliun untuk Kompensasi Jutaan Pengguna Android

INNNEWS – Raksasa teknologi Google dikabarkan akan membagikan dana kompensasi sebesar 2,3 triliun rupiah...

KPK Ungkap Alasan Panggil Staf PBNU Syaiful Bahri dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

INNNEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan pemanggilan seorang staf Pengurus Besar Nahdlatul...