HomeUncategorizedDuh! Media Besar dan Buzer Diami Korupsi Bansos DKI yang Libatkan "Junjungan"...

Duh! Media Besar dan Buzer Diami Korupsi Bansos DKI yang Libatkan “Junjungan” Mereka nih

Published on

spot_img

 603 total views

INN NEWS – Pegiat media sosial, Rudi Valinka mempertanyakan keberadaan media besar hingga buzer yang biasanya copy paste tweet untuk pemberitaan.

Pasalnya, beberapa media besar seolah bungkam dan tidak menyoroti tweetnya baru-baru ini yang mengungkap dugaan korupsi bantuan sosial DKI yang melibatkan orang-orang dekat eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dia bahkan menyoroti BuzzeRp Yohanies yang seolah bisu.

“Media besar yg biasanya asal copas twit viral menjadi Diam, BuzzeRp Yohanies yg selama ini Kamikaze bela junjungannya menjadi Bisu. Ada apa yah?” pungkasnya.

Baca juga: Ups…Ada yang Korup Bansos DKI nih, Ternyata Bestinya Eks Gubernur

Diberitakan sebelumnya, Rudi Valinka mencurigai adanya permainan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dengan pejabat Perumda Pasar Jaya.

Kecurigaan Rudi terkait bantuan sosial DKI yang ternyata tak sempat disalurkan ke masyarakat yang harusnya menerima.

Diketahui, Pasar Jaya adalah salah satu perusahaan BUMD yang dipilih Dinas Sosial DKI sebagai rekanan untuk menyalurkan bansos berupa paket sembako.

Pasar Jaya sendiri mendapat porsi senilai Rp2.85 triliun untuk menyalurkan bansos.

Namun, dalam perjalanannya terdapat masalah karena ada sekian banyak barang yang mengalami peristiwa unknown shrinkage atau kehilangan yang tidak diketahui yang diduga akibat banyak modus surat jalan yang double dan lainnya.

“Uang Bansos 2020 senilai Rp. 2.85 Triliun ini direncanakan untuk dibagikan dalam bentuk 15 juta paket sembako dan diberikan dalam 11 tahap selama tahun 2020,” kata Rudi dikutip dari Twitter pribadinya @kurawa, Selasa (10/1/2023).

Rudi kemudian menaruh kecurigaan karena vendor-vendor yang dipilih Pasar Jaya tak cukup meyakinkan. Hal itu diungkap Rudi merujuk hasil audit forensik Ernst & Young (EY) yang belum dibuka ke publik.

“EY melakukan analisa vendor yang ditunjuk Perumda Pasar Jaya hasilnya mengejutkan seperti ini, banyak perusahaan aneh-aneh,” ujarnya.

Rudi kemudian menyoroti jajaran Direksi Perumda Pasar Jaya. Dimana Ketua Dewan Pengawas Pasar Jaya Sutrisno Muslimin punya jabatan lain di luar perusahaan, yaitu sebagai Ketua DPP Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (Anies).

“FYI aja ketua dewan Pengawas Pasar Jaya merangkap sebagai ketua DPP Relawan Anies. Jadi U know lah,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Rudi berharap aparat penegak hukum mau menelusuri dugaan korupsi tersebut lebih jauh. Apalagi sudah ada data-data yang cukup meyakinkan untuk melakukan tindakan pada kasus tersebut.

“Apa kasus ini akan berujung ke Gubernur DKI saat itu? Wallahulam. Yang pasti jika penegak hukum mau masuk tentu akan dapat gambaran siapa yang memerintahkan penentuan supplier-suppliernya?. Sekali lagi mau atau tidak aja,” paparnya.

Lewat akun Twitternya, dia juga berbagi tangkapan layar yang menampilkan jumlah pembaca tweetnya itu yang telah mencapai empat juta akun.

“Selamat Pagi “Dugaan Korupsi Beras Bansos DKI 2020. Hampir 2 hari ini sudah 4 juta akun yang membaca kasus ini,” cuitnya, Rabu 11 Januari 2022.

 

Artikel Terbaru

Daftar Harga BBM Terbaru per 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter

INNNEWS-PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai...

13 Tersangka Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi

INNNEWS-Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, memasuki...

MENGAPA RUPIAH MELEMAH?

INNNEWS - Nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh banyak faktor. Tulisan ini mencoba menilai apakah...

Indonesia Tempel Vietnam di Puncak Klasemen AFF U-19 2026, Duel Penentu Juara Grup Menanti

INNNEWS – Timnas Indonesia U-19 kembali menunjukkan performa meyakinkan di ajang Piala AFF U-19...

artikel yang mirip

Daftar Harga BBM Terbaru per 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter

INNNEWS-PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai...

13 Tersangka Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi

INNNEWS-Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, memasuki...

MENGAPA RUPIAH MELEMAH?

INNNEWS - Nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh banyak faktor. Tulisan ini mencoba menilai apakah...