HomeGlobalIsrael Bebaskan 60 Tahanan Palestina, Pembebasan Terbesar Sejak Gencatan Senjata

Israel Bebaskan 60 Tahanan Palestina, Pembebasan Terbesar Sejak Gencatan Senjata

Published on

spot_img

 23 total views

INNNEWS – Israel membebaskan 60 tahanan Palestina asal Jalur Gaza pada Senin, 27 Juli 2026. Pembebasan ini menjadi yang terbesar dalam satu gelombang sejak kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera yang dicapai pada Oktober 2025.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memfasilitasi pemindahan para tahanan dari perlintasan Kerem Shalom menuju Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, Gaza Selatan. Di sana, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan dan bertemu kembali dengan keluarga yang telah menunggu.

Detail Pembebasan

Menurut laporan media Palestina dan ICRC, dari 60 orang yang dibebaskan, sekitar 40 orang sebelumnya ditahan di Penjara Negev, Penjara Ofer, dan fasilitas penahanan Sde Teiman. Sisanya merupakan pekerja Palestina yang ditangkap di wilayah Israel.

Militer Israel menyatakan bahwa para tahanan tersebut tidak lagi dikategorikan sebagai ancaman keamanan atau “teroris”, serta proses investigasi terhadap mereka telah ditutup. Pembebasan ini dilakukan secara unilateral setelah pemeriksaan selesai.

Kedatangan para mantan tahanan disambut isak tangis dan pelukan emosional dari keluarga. Beberapa di antaranya terlihat lemah, berjalan dengan bantuan, atau bahkan harus digotong. Tim medis segera memeriksa kondisi fisik dan psikologis mereka. Banyak yang dilaporkan mengalami penurunan kesehatan akibat kondisi penahanan yang keras, termasuk kekurangan gizi dan kurangnya perawatan medis.

Konteks dan Latar Belakang

Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang besar, Israel menahan ribuan warga Gaza dengan status “kombatan ilegal” atau tahanan administratif. Lembaga hak asasi manusia Palestina mencatat bahwa jumlah tahanan Palestina di penjara Israel meningkat tajam, mencapai lebih dari 9.600 hingga 10.800 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

ICRC mengungkapkan telah memfasilitasi pemindahan lebih dari 2.500 tahanan Palestina yang dibebaskan sejak 2023. Namun, organisasi tersebut mengeluhkan bahwa mereka belum diizinkan mengakses pusat-pusat penahanan Israel sejak Oktober 2023. ICRC kembali menyerukan agar diberi informasi lengkap mengenai kondisi dan keberadaan seluruh tahanan.

Pembebasan 60 orang ini menjadi yang terbesar sejak fase utama pertukaran sandera dan tahanan di bawah kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025. Sejak itu, Israel secara berkala membebaskan kelompok-kelompok kecil tahanan Gaza, biasanya 10–20 orang setiap beberapa minggu.

Tanggapan dan Situasi Terkini

Keluarga dan warga Gaza menyambut kepulangan para tahanan dengan campur emosi. Di satu sisi ada kebahagiaan atas reuni, di sisi lain muncul keprihatinan terhadap kondisi kesehatan para penyintas dan nasib ribuan tahanan lain yang masih berada di balik jeruji.

Sementara itu, gencatan senjata di Gaza tetap rapuh. Laporan menyebutkan serangan Israel masih terjadi secara berkala di enklave tersebut, meskipun intensitasnya jauh menurun dibandingkan puncak perang.

Pembebasan ini menambah daftar panjang tahanan Palestina yang kembali ke Gaza, namun sekaligus menyoroti persoalan penahanan massal yang masih menjadi isu kemanusiaan utama dalam konflik Israel-Palestina.

Artikel Terbaru

Pemerintah Alokasikan Rp5,9 Triliun untuk MagangHub dan Pelatihan Vokasi

INNNEWS – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp5,9 triliun untuk memperkuat...

KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Sita Rp2 Miliar dan Segel Kantor Dinas PUPR

INNNEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Anom Widiyantoro dalam...

Ancaman El Niño Kuat hingga Super El Niño: Indonesia Waspadai Kekeringan dan Karhutla

INNNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki fase...

Ketegangan AS–Iran: Jeda Serangan Rapuh di Tengah Upaya Diplomasi Selat Hormuz

INNNEWS– Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase kritis pada akhir Juli...

artikel yang mirip

Pemerintah Alokasikan Rp5,9 Triliun untuk MagangHub dan Pelatihan Vokasi

INNNEWS – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp5,9 triliun untuk memperkuat...

KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Sita Rp2 Miliar dan Segel Kantor Dinas PUPR

INNNEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Anom Widiyantoro dalam...

Ancaman El Niño Kuat hingga Super El Niño: Indonesia Waspadai Kekeringan dan Karhutla

INNNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki fase...