723 total views
SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini menyebut adik bungsunya Kaesang Pangarep telah menyatakan ketertarikannya untuk terjun ke dunia politik.
Keinginan Kaesang kata Gibran langsung disampaikan dihadapan keluarga besarnya saat berkumpul, termasuk ke ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Terbaru, Gibran membeberkan bahwa Kaesang ingin terjun ke politik untuk mengincar jabatan eksekutif.
Hal itu diungkapkan Gibran usai menghadiri groundbreaking Museum Budaya, Sains dan Teknologi Bengawan Solo dan Moxy Hotel by Marriot di Jalan Ki Hajar Dewantara, Rabu, 25 Januari 2023.
“Eksekutif,” ungkap Gibran.
Diketahui, Gibran sendiri berpeluang maju menjadi calon gubernur di Pilkada 2024, baik di Provinsi Jawa Tengah maupun DKI Jakarta. Sehingga jika itu terjadi, Gibran tidak akan maju untuk memimpin Solo di periode mendatang.
Soal kemungkinan Kaesang meneruskan kepemimpinannya sebagai wali kota Solo, lagi-lagi Gibran enggan menjawab. “Yo ra ngerti (Ya nggak tahu). Tekono (tanyakan) Kaesang,” katanya.
Baca juga: Keluarga Jokowi Kaget Kaesang Mau Terjun ke Politik, Gibran: Aku Yah Ora Ndorong
“Tergantung de’e ngko milih kota apa ya (dia nanti memilih kota apa),” sambungnya.
Dia mengaku tidak akan mengintervensi keputusan kaesang, terutama di bidang politik. Gibran juga memberi kebebasan penuh kepada Kaesang untuk memilih partai. “Kaesang aja yang memutuskan. Beda partai boleh, sama boleh, independen boleh. Semua bagus,” kata Gibran.
Lanjut Gibran, jika ingin maju di Pemilihan Wali Kota Solo di 2024 mendatang, Kaesang harus menemui mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo terlebih dulu.
“Ya Kaesang kon sowan ke Pak Rudy sik no (Kaesang harus menemui Pak Rudy dulu),” katanya.
Tambah Gibran, Kaesang sudah memiliki potensi besar sebagai pemimpin. Salah satunya sebagai Direktur Utama Persis Solo. Menurutnya, sejak dipimpin Kaesang, Persis Solo mengalami kemajuan yang cukup signifikan.
“Tapi sekali lagi, Kaesang itu sudah pernah saya kasih tugas dan berjalan dengan baik. Contone Persis itu lho. Itu portofolione Kaesang,” kata Gibran.
Gibran juga tidak khawatir dengan tudingan dinasti politik ketika Kaesang ingin terjun ke politik hingga menduduki jabatan publik.
Menurut Gibran, Kaesang tetap harus mengikuti persaingan dengan kompetitornya jika ingin terjun di politik. “Semua kan ikut kompetisi. Bisa menang bisa kalah. Kan tidak ada keharusan memilih Kaesang. Kaesang kan juga tidak ditunjuk,” pungkasnya.


