HomeUncategorizedAnaknya yang Berkebutuhan Khusus Alami Kekerasan, Jevier Justin Ambil Jalur Mengampuni, Tak...

Anaknya yang Berkebutuhan Khusus Alami Kekerasan, Jevier Justin Ambil Jalur Mengampuni, Tak Lapor Polisi

Published on

spot_img

 850 total views

INN NEWS – Presenter Jevier Justin biasanya membagikan momen bahagianya bersama istri dan kedua anak di media sosialnya. Berbeda dengan biasanya, kali ini Jevier membagikan sebuah momen sedih.

Momen sedih tersebut berisi cerita soal putrinya, Shannuel yang berkebutuhan khusus mengalami kekerasan dari pengasuh yang bekerja di rumahnya.

Jevier mengunggah video dirinya menggendong Shannuel dengan tak hentinya meminta maaf kepada sang anak karena membiarkannya diasuh oleh pengasuh yang kejam.

Diketahui, pengasuh itu ketahuan mengguyur Shan yang berkebutuhan khusus dengan air dingin, kemudian memasukkan air ke hidungnya dengan alasan bisa menelan makanan.

Pengasuh itu memaksanya buka mulut saat makan, memelintir tangan, menggulingkan dari bak mandi, dan menjambaknya.

“Tapi bahasa tubuh Shan berkata “It’s okay Daddy, i am fine”. Shan, Daddy minta maaf yah. Daddy janji mulai sekarang nggak akan ada yg sakitin Shan. Mbak-nya sudah Daddy pulangin,” tulis Jevier dalam unggahan Instagramnya dilihat, Rabu 8 Maret 2023.

Namun Jevier dan istrinya, Tiffany Orie hanya memilih untuk memecat dan memulangkan pengasuh tersebut. Mereka tidak melaporkan tindakan si pengasuh ke polisi.

“Ingin banget penjarain biar kapok karena ini sudah termasuk pidana. Tapi percuma membalas kejahatan dengan kejahatan. Malah gajinya tetap kami bayar dan kami suruh pulang,” jelas Jevier Justin.

“Kami belajar mengampuni karena Shan. Shan belum bisa bicara, tapi suaranya sampai ke telinga Tuhan. Shan sama sekali nggak dendam. Shan hebat. Shan terima kasih karena sudah ajarin Daddy dan Mommy artinya mengampuni,” pungkasnya.

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...