HomeOpiniMenanti Kejutan "Wait and See" PDI Perjuangan

Menanti Kejutan “Wait and See” PDI Perjuangan

Published on

spot_img

 655 total views

INN NEWS – Sebagai partai yang mendominasi pemerintah, sikap PDI Perjuangan (PDIP) sangat berpengaruh dalam menentukan poros koalisi jelang Pemilu 2024. Namun, PDIP kali ini cenderung tenang dan tidak tergesa-gesa dalam menentukan sikap politik. Termasuk dalam wacana PDIP tergabung dalam koalisi besar.

Hal ini juga diakui oleh Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an baru-baru ini yang mengatakan bahwa PDIP sudah memiliki boarding pass untuk bisa mengusung calonnya sendiri dalam Pemilu 2024. Atas alasan inilah, PDIP disebut tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan politik.

“Partai lain bermanuver sedemikian rupa karena mereka memang harus bermitra atau berkoalisi, sementara PDIP memang sudah cukup (mengusung calon sendiri)”, katanya.

Kendati demikian, PDIP juga tidak serta merta menutup silaturahmi politik dengan partai-partai lain, termasuk yang tergabung dalam koalisi besar.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menyatakan bahwa komunikasi dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan telah dilakukan secara intensif oleh koleganya, Puan Maharani. Artinya, segala pilihan masih sangat terbuka bagi PDIP.

Baca juga: Manuver PDIP Jadi Host Koalisi Besar

Strategi wait and see ala PDIP

Strategi pengusungan calon oleh PDIP pada Pemilu 2024 tidak jauh berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. PDIP masih dengan ciri khas-nya, yaitu “wait and see” dan mengumumkan sikap politik di akhir menjelang pelaksanaan Pemilu atau Pilpres.

Pada Pemilu 2019 lalu, PDIP selalu stick dengan jawaban pencalonan presiden merupakan hak prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Hal ini juga diimbangi dengan komunikasi politik yang intens antara PDIP dengan partai-partai lain seperti Golkar, PPP, Hanura, dan lainnya yang merupakan partai pendukung Jokowi.

Langkah politik yang serupa nampaknya akan dilakukan PDIP pada Pemilu 2024. Meskipun PDIP belum hadir dalam rapat umum koalisi besar bersama Presiden Jokowi (02/04), namun Said Abdullah menepis anggapan PDIP yang tidak berkomunikasi dengan partai-partai lainnya.

“Kami lakukan intensitas komunikasi itu di forum lobi-lobi, forum pertemuan secara personal dengan para ketum terus dilakukan,” jelas Said di kompleks parlemen, Selasa (03/04).

Sementara itu, Megawati disebut telah mengetahui wacana koalisi besar. Said juga mengonfirmasi sesuai dengan arahan Ketua Umum bahwa PDIP akan tetap mengusung calon dari internal partai.

Kejutan setelah Lebaran

Said menyebut, PDIP juga siap menjadi host pertemuan partai-partai koalisi besar. Politikus Budiman Sudjatmiko dalam merdeka.com pun menyatakan bahwa pada dasarnya PDIP ‘oke’ dengan wacana koalisi tersebut.

Namun, lobi-lobi politik setelah terbentuknya koalisi ini masih terus berjalan. Wacana capres yang akan diusung, serta kesepakatan politik lainnya diperkirakan jadi agenda komunikasi internal dalam koalisi ini.

“Kerja sama politik yang kita harapkan bersama dan menjadi perhatian publik (koalisi besar), insya Allah, tidak dalam waktu lama akan tercapai. Insya Allah lah, yang lebih baik memang sesudah Ramadan, sesudah Lebaran”, jelas Said.

Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati dalam pendapatnya di CNN Indonesia mengatakan, keputusan PDIP selalu menghadirkan kejutan di akhir.

Jika dilihat dari tahun-tahun terakhir, kejutan sikap politik PDIP adalah sebuah ketepatan membawa pada kemenangan PDIP pada pemilu secara umum. Akankah hal serupa terjadi di Pemilu 2024? Kita tunggu kejutannya sama-sama.

Artikel Terbaru

Singapore AI Gratis, Indonesia Makan Gratis: Dua Pendekatan Berbeda untuk Masa Depan Negara

INNNEWS -Di awal 2026, Singapura dan Indonesia mengumumkan program besar dengan prioritas yang sangat...

Jumat Pagi, Banjir Satu Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim

Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, wilayah Jakarta Timur, pada Jumat pagi. Ketinggian air...

Ramai, Kasus Pelecehan Seksual Bermunculan di Kampus

INNNEWS-Gelombang laporan dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat dan menjadi sorotan publik....

3 Terdakwa Korupsi Chromebook Dituntut 6–15 Tahun Penjara, Konsultan Teknologi Kemendikbudristek Terberat

INNNEWS – Tiga terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan,...

artikel yang mirip

Singapore AI Gratis, Indonesia Makan Gratis: Dua Pendekatan Berbeda untuk Masa Depan Negara

INNNEWS -Di awal 2026, Singapura dan Indonesia mengumumkan program besar dengan prioritas yang sangat...

Jumat Pagi, Banjir Satu Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim

Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, wilayah Jakarta Timur, pada Jumat pagi. Ketinggian air...

Ramai, Kasus Pelecehan Seksual Bermunculan di Kampus

INNNEWS-Gelombang laporan dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat dan menjadi sorotan publik....