271 total views
_x000D_
_x000D_
CompusicianNews.com – Isu Terkini – Menanggapi kicauan Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring, pada Kamis (30/1) yang berbunyi, "Tweeps Budiman, memangnya kalau internetnya cepat mau dipakai buat apa?…:D *MauTauBanget*", banyak pihak berkomentar sinis melalui berbagai media.
_x000D_
_x000D_
Salah satunya adalah Ikhsan Perdana yang mengaku berprofesi sebagai audio engineer. Melalui akun pribadi miliknya di Kompasiana, Ikhsan menuliskan curahan hatinya yang kesal akibat kicauan Pak menteri tersebut.
_x000D_
_x000D_
Ikhsan mengaku sebagai seorang audio engineer yang pernah bekerja di Malaysia. Menurutnya, koneksi internet di Indonesia memang sangat payah jika dibandingkan dengan Malaysia. Dahulu, ketika bekerja di Malaysia, Ikhsan setiap harinya harus mengirim file dengan ukuran 2 giga ke stasiun TV. Dengan kecepatan 20 Mbps dan biaya 250 Ringgit atau sekitar Rp 950.000,00, Ikhsan bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat.
_x000D_
_x000D_
Bayangkan saja jika hal tersebut terjadi di Indonesia yang punya koneksi internet lemot. Mungkin Ikhsan harus mengantarkan file secara manual. Padahal, jarak studio ke stasiun TV terbilang jauh, tentu akan membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu ekstra.
_x000D_
_x000D_
Sekelumit cerita tentang audio engineer, lalu coba bayangkan apa yang terjadi dengan para video engineer?
_x000D_
_x000D_
Saking emosinya, Ikhsan pun menuliskan, “Bapak itu mentalnya udah jelek dari sana nya. Dikira orang leecher semua apa? Ga semua pak. Untuk dunia profesional internet cepat itu sangat menguntungkan.”
_x000D_
_x000D_
Ikhsan juga menceritakan tentang pengalaman kliennya yang harus mengunggah file 2 giga selama 2 hari. Padahal, setelah selesai dengan job mixing tersebut, Ikhsan hanya butuh 1 menit untuk mengirimkan file itu kembali.
_x000D_
_x000D_
Sebagai seorang audio engineer, Ikhsan menjelaskan tentang bagaimana profesinya sangat membutuhkan koneksi internet cepat. Misalnya, ketika ia harus membuat kolaborasi audio secara online.
_x000D_
_x000D_
_x000D_


