HomeHeadlineTak Ada Larangan Menteri Nyaleg, Tapi Kalau Kerjaan Terganggu Siap Diganti

Tak Ada Larangan Menteri Nyaleg, Tapi Kalau Kerjaan Terganggu Siap Diganti

Published on

spot_img

 861 total views

INN NEWS – Presiden Joko Widodo mewanti-wanti para menteri di kabinetnya yang memutuskan untuk maju menjadi calon legislatif di Pemilu 2024.

Meski tak ikut campur dengan pencalonan para menterinya, Jokowi mengancam bakal mengganti siapapun menterinya yang maju nyaleg tapi kerja-kerja keseharian terganggu.

Hal itu disampaikan Jokowi usai menghadiri puncak Musra di Istora, Senayan, Jakarta, Minggu, 14 Mei 2023.

Diketahui menteri Jokowi yang maju nyaleg berasal dari partai besar.

“Kalau memang mengganggu kerjanya terganggu, ya ganti bisa,” tegas Jokowi.

Baca juga: Jokowi Sedang ‘Dipangku’ Lawan Politiknya?

Meski mengaku tak akan melarang menterinya untuk maju dalam Pileg 2024 mendatang. Namun, dia mengingatkan agar niat maju tersebut tak mengganggu kerja-kerja keseharian mereka.

Jokowi akan terus melakukan evaluasi terhadap menterinya menjelang Pemilu 2024. Jika niat menteri untuk maju justru mengganggu, Jokowi mengancam bakal melakukan reshuffle.

“Yang harus kita tahu, secara aturan memang diperbolehkan. Kalau dari saya yang penting tidak mengganggu tugas-tugas keseharian,” katanya.

Beberapa menteri yang akan nyaleg pada 2024 adalah Menkumham Yasonna Laoly dari PDIP, Menaker Ida Fauziyah dari PKB, Mendag Zulkifli Hasan dari PAN, Wakil Menteri Parekraf Angela Tanoesoedibjo dari Perindo, dan Wamenaker Afriansyah Ferry Noor dari PBB, hingga Mendes Abdul Halim Iskandar,

 

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...