HomeGaya HidupGanjar Bakal Hadirkan Internet Gratis untuk Pendidikan, Dengar Keluhan dari NTT

Ganjar Bakal Hadirkan Internet Gratis untuk Pendidikan, Dengar Keluhan dari NTT

Published on

spot_img

 1,074 total views

INN NEWS – Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo berkomitmen menghadirkan internet gratis di seluruh wilayah Indonesia jika kelak terpilih menjadi presiden di Pilpres 2024.

Hal tersebut diungkapkan Ganjar saat berbicara di Debat Perdana Pilpres 2024, Rabu, 13 Desember 2023.

Menurut Ganjar, Kebijakan tersebut dinilai akan memberikan dampak positif bagi pendidikan dan ekonomi masyarakat.

Internet gratis kata eks Gubernur Jawa Tengah itu sangat penting untuk para siswa dalam proses pembelajaran mereka.

Komitmen tersebut lahir dari hasil kunjungannya ke sejumlah daerah di Indonesia, termasuk ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami berjalan ke NTT, kami bertemu ke sana, ‘Pak Ganjar kenapa kami enggak mudah dapat akses pekerjaan? Kenapa kami kesulitan mendapat akses internet padahal untuk belajar’. Ini menjadi catatan bagi kami,” ujarnya dalam keterangan tertulis, diterima redaksi, Rabu (13/12).

Pada kunjungan dalam dua pekan pertama masa kampanye di sebagian wilayah timur Indonesia, Ganjar mengaku mendengarkan banyak keluhan dari masyarakat. Demikian juga dengan Cawapres Mahfud Md yang memulai kampanye dari daerah paling barat, Sabang Aceh.

Salah satu masalah yang mereka sampaikan, jelas Ganjar, adalah kesulitan mendapatkan akses internet gratis, khususnya bagi para siswa.

Kebutuhan internet itu meningkat sejalan dengan perubahan pola pembelajaran sejak pandemi Covid-19 dan sesudahnya, yang banyak dilakukan secara daring.

“Apa yang dirasakan oleh rakyat, sehingga kontestasi lima tahunan ini berlangsung, harapan ini ada,” kata eks Gubernur Jawa Tengah itu.

Menurut Ganjar, mendengarkan suara rakyat secara langsung sangat penting. Melalui proses tersebut, pemerintah dapat merumuskan kebijakan pembangunan yang pro rakyat.

 

 

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...