HomeUncategorized#bapakpolitikidentitas Trending di Twitter, Warganet: Cara Lama Digunakan Kembali: Masjid!

#bapakpolitikidentitas Trending di Twitter, Warganet: Cara Lama Digunakan Kembali: Masjid!

Published on

spot_img

 667 total views

INN NEWS – Tagar #bapakpolitikidentitas trending di Twitter Indonesia hingga, Selasa (20/9/2022) siang, buntut beredarnya tabloid Anies Baswedan di salah satu masjid di Kota Malang baru-baru ini.

Diberitakan sebelumnya, sebuah tabloid berisikan kesuksesan Anies Baswedan mendadak menyebar di Kota Malang. Tabloid itu dibagikan kepada jemaah Masjid Al Amin, Kota Malang saat salat Jumat.

Tabloid bernama KBAnewspaper berisi 12 halaman dengan edisi cetak 28 Februari 2022.

Beredarnya tabloid tersebut menuai kritikan pedas dari masyarakat, publik figur, hingga Wali Kota Malang, Sutiaji. Diketahui Wali Kota Malang Geram Masjid Dijadikan Sasaran Kepentingan Politis.

Baca juga: Wali Kota Malang Geram Masjid Dijadikan Sasaran Kepentingan Politis 

Melihat Twitter Indonesia siang ini, tagar #bapakpolitikidentitas tren dalam topik Indonesia dengan lebih dari 1.500 lebih tweet.

Sebagian besar warganet mengecam keras peristiwa tersebut dan mengaitkannya dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang memanfaatkan kereta agama.

“Anieser udah mulai bergerak, dan masjid masjid pun udah mulai digunakan buat “jualan”,  kampanye lewat masjid bakalan rame nih hmmm, berasa dejavu Pilkada DKI 2017,” tulis @ariefrasyad.

Warganet juga menyebut “Bapak Politik Identitas” telah melekat pada nama Anies Baswedan.

“Sudah melekat pada namanya. Cara lama digunakan kembali: Masjid,” cuitan @PraBagoes

“Orang yang juga seharusnya geram atas hal ini adalah Ketua Dewan Masjid Indonesia. Kecuali..,” tulis @Yradianto

“Wah, lagi ramai lagi tagarnya, kita ingatkan lagi, silahkan berpolitik tapi jangan melakukan penodaan agama….,” tulis @Hdkrnwn.

Hingga kini, ribuan cuitan dengan tagar #bapakpolitikidentitas kian ramai di Twitter Indonesia.

 

 

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...