831 total views
CIANJUR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, total keseluruhan korban meninggal akibat gempa Cianjur menjadi 272 korban jiwa.
Data tersebut berdasarkan proses pencarian yang dilakukan oleh tim evakuasi yang dilaksanakan pada Kamis, 24 November 2022.
Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, hari ini tim evakuasi berhasil mengeluarkan satu jenazah dari reruntuhan.
Tim juga telah melakukan identifikasi pada korban yang meninggal. Hasilnya, 165 dari 272 korban sudah berhasil diidentifikasi berdasarkan nama dan tempat tinggalnya.
“Masih 107 jenazah yang masih terus dilakukan identifikasi,” katanya dalam konferensi pers di depan kantor Bupati Cianjur, Kamis, 24 November 2022.
Total ada 2.046 orang luka-luka yang berhasil didata BNPB. Para korban luka dirawat oleh tim medis yang berada di posko pengungsian dan atau akan dirujuk ke rumah sakit di kota lain.
Hasil laporan yang diterima oleh BNPB menyebut 39 orang masih belum ditemukan akibat lindu berkekuatan 5,8 magnitudo tersebut.
32 orang merupakan warga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Proses pencarian tersebut dilakukan dengan mengerahkan 6.000 personel tim evakuasi. “Sementara tujuh orang lainnya adalah pelintas,” ujar dia.
Sementera itu, 62 ribu rumah mengalami kerusakan akibat gempa tersebut, sehingga sebanyak 61.800 orang mengungsi di posko-posko pengungsian terdekat.
Selain merusak ribuan rumah, gempa dengan magnitudo 5,6 itu juga merusak sejumlah fasilitas umum. Suharyanto menjelaskan ada 31 gedung sekolah, 214 rumah ibadah, serta 13 bangunan perkantoran rusak.
“Selain itu ada tiga buah fasilitas kesehatan yang rusak selain jalanan banyak yang retak dan ambles,” kata dia.
Suharyanto juga mengingatkan kepada warga yang telah menguburkan jenazah kerabatnya agar melapor pada pihak RT maupun RW setempat demi memudahkan proses pendataan oleh BNPB.
“Ayo segera laporkan agar biar kami data dan bisa segera mendapat santunan,” kata dia.


