615 total views
JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan segera mengumumkan calon presiden (capres) di tahun ini (2023).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengungkapkan hal tersebut dalam jumpa pers virtual baru-baru ini.
Hasto mengatakan, Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri sudah memutuskannya. Dimana keputusan capres dari partai berlambang banteng itu adalah hak prerogatifnya.
“Ibu Mega telah memutuskan untuk rencana mengumumkan calon presiden pada 2023. Jadi itu bocoran yang saya sampaikan bahwa capres dari PDI-P bocorannya akan diumumkan pada 2023 ya,” ujar Hasto.
Meski Hasto tidak membocorkan siapa nama dari capres yang akan diusung oleh Megawati itu, namun dia sedikit memberi gambaran secara umum.
Baca juga: PDIP Sudah Punya Capres Sendiri, Puan Bilang Semua Orang Deg-degan Menunggu
Dia mengatakan, sosok itu bisa melanjutkan napas perjuangan Presiden RI ke-1 Soekarno, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, dan Presiden saat ini, Joko Widodo (Jokowi).
“Bocoran kedua, calon itu yang diputuskan tentu saja yang mampu melanjutkan napas kepemimpinan perjuangan dari Bung Karno, Ibu Mega, dan Pak Jokowi,” tuturnya.
Bocoran terakhir dari Hasto, capres yang akan diumumkan ini sudah disiapkan secara matang untuk menjadi pemimpin.
Sebab, menurutnya, seorang pemimpin harus bisa memikul tanggung jawab bagi masa depan bangsa.
“Ketiga, bahwa calon tersebut telah dipersiapkan secara matang untuk mampu menjadi seorang pemimpin yang dapat memikul tanggung jawab bagi masa depan,” pungkasnya.
Sebagai satu-satunya partai politik (parpol) yang memenuhi ambang batas pencalonan presiden, partai banteng itu bisa mengusung capres dan cawapres sendiri tanpa membentuk koalisi bersama parpol lain.
Selama ini, Ketua DPR RI, Puan dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai figur kuat capres PDI-P.
Nama kedua kader PDIP itu terus menjadi perbincangan publik, bahkan kerap kali masuk radar capres dengan elektabilitas tinggi dari sejumlah lembaga survei.
Meskipun demikian, Ganjar selalu memiliki elektabilitas yang tinggi dari sejumlah survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei untuk maju ke pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Namun, siapapun yang akan diusung PDIP untuk bertarung adalah hak prerogatif Ketum Megawati.


