775 total views
INN NEWS – Koalisi Perubahan yang menghimpun Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera hingga kini belum juga mematangkan koalisi mereka dengan mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) yang akan maju dalam Pilpres 2024.
Jika kolasi tersebut gagal dimatangkan, maka dipastikan Anies tak dapat tiket di Pilpres 2024 lantaran NasDem sebagai partai pengusung tidak memenuhi ambang batas pencapresan atau Threshold.
NasDem, Demokrat, dan PKS dinilai masih bernegoisasi terkait dengan pola pembagian kekuasaan, sehingga belum juga mendeklarasikan capres cawapres.
Sedangkan NasDem kini telah pusing kepala dan berada dalam pilihan tersulit lantaran koalisi perubahan adalah jalan terkuat untuk mengusung Anies.
Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali mengatakan, pihaknya mempersiapkan alternatif koalisi lain untuk mengusung Anies sebagai capres.
Hal itu dilakukan jika kesepakatan pembentukan Koalisi Perubahan bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat gagal.
“Ketika kemudian ini terhambat dengan persyaratan yang tidak mungkin kita penuhi, tentunya kita harus punya alternatif-alternatif,” sebut Ali kepada wartawan, Selasa, 24 Januari 2023.
Kata Ali, hingga kini Nasdem merasa belum ada pihak yang membantunya untuk mendukung Anies maju dalam kontestasi perebutan kursi RI-1.
Nasdem sendiri tak bisa mengusung sendiri karena tak mencukupi syarat pencalonan ambang batas presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen kursi DPR RI.
“Baru Nasdem yang hari ini mendukung Anies, yang lain belum ada pencetusnya. Sekarang kita menunggu,” ungkapnya.
Ali juga menyinggung adanya keinginan dari Demokrat untuk memasangkan Anies dengan Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ali menegaskan, jika hal itu dipaksakan maka Koalisi Perubahan tak akan terbentuk.
Alasannya, Nasdem menolak penentuan cawapres dilakukan dengan melihat figur semata, tanpa membicarakan kriteria.
“Jadi kalau itu tidak diterima Koalisi Perubahan tidak terjadi, artinya itu saling mengunci. Itu yang sejak awal saya katakan bahwa Nasdem menghindari itu,” tuturnya.
Ali menambahkan, pembahasan kriteria cawapres sebaiknya dilakukan setelah ketiga parpol resmi mendeklarasikan Koalisi Perubahan
“Katakan Nasdem, Demokrat, PKS sama-sama sudah menandatangani kesepakatan mengusung Anies (sebagai) calon presiden, itu namanya koalisi,” imbuhnya.
Baca juga: Apa Kabar Koalisi Perubahan? PKS Mau Khofifah Cawapres Anies, AHY Siap Kubur Mimpi
Sementara bernegosiasi, PKS malah setuju jika bakal calon presiden (capres) Partai NasDem Anies Baswedan dipasangkan dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Pilpres 2024. Sebab, Khofifah dinilai mewakili segmentasi yang dapat melengkapi Anies menuju kemenangan.
“Cocok kok. Mewakili segmen emak emak, mewakili kaum Nahdiyin, mewakili orang Jawa, mewakili orang terpelajar,” kata Juru Bicara (Jubir) PKS Ahmad Mabruri, Minggu, 22 Januari 2023.
Dia berharap, agar Anies-Khofifah bisa disepakati oleh partai-partai yang tengah menjajaki koalisi perubahan diantaranya PKS, Partai Demokrat, dan PKS.
“Mudah-mudahan berjodoh,” ucapnya.


