HomeUncategorizedUsai Ibunya Curhat di Depan Presiden, Devid Kini Dapat Beasiswa, Niat Kuliah...

Usai Ibunya Curhat di Depan Presiden, Devid Kini Dapat Beasiswa, Niat Kuliah Tapi Sulit Biaya

Published on

spot_img

 786 total views

MANADO – Seorang ibu yang tiba-tiba muncul melewati penjagaan Paspampres dan curhat di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Pantai Malalayang, Manado belum lama ini akhirnya dipenuhi permintaannya.

Diberitakan sebelumnya, wanita yang diketahui bernama Siti Marifah itu dengan Isak tangis memohon presiden membantu biaya pendidikan anaknya.

“Pak Jokowi, Pak Jokowi, saya torang mau bercerita, Pak Jokowi, torang mau bercerita. Kita mau kasih tahu keluhan hati, Bapak Jokowi. Pak Jokowi tolong lihat ke saya, saya mau bercerita,” teriak Siti waktu itu.

Saat mendengar teriakan itu, Jokowi langsung melihat ke arah Siti dan melambaikan tangan serta memintanya mendekat.

“Mari Bu, sini Bu, Ibu punya keluhan apa? Ke sini Bu.” ucap Jokowi.

Tanpa menunggu lama, Siti langsung menghampiri Jokowi dan berkeluh kesah tidak bisa membayar uang kuliah tunggal (UKT) anaknya, Devid Telussa.

Jokowi yang mendengar keluhan Siti langsung meminta staf pendamping untuk mencatat identitasnya. Dia juga melihat langsung identitas Siti dan keluarga yang ditunjukan kepadanya.

Selepas pertemuan tersebut, Siti ditelepon oleh staf kepresidenan. Ia diminta data-data anaknya untuk dibantu beasiswa dari Presiden Jokowi.

Siti bercerita, dia mendapat telepon tersebut saat sedang berjualan di sekitar RSUP Prof. Kandou, Kota Manado. Dia seketika langsung menangis dan tak berhenti bersyukur.

Baca juga: Jokowi Catat Curhatan Ibu-ibu di Manado, Jauh Dari Bantuan Pemerintah, Tak Mampu Bayar UKT Anak Rp3 Juta 

“Ya Allah terima kasih. Ya Allah telah kabulkan saya baca doa selama ini,” ujarnya sambil terisak.

Devid, anak Siti saat ini berusia 19 tahun dan sementara duduk di semester II di Fakultas Hukum, Universitas Sam Ratulangi. Dia sangat antusias untuk menempuh pendidikannya itu tapi sangat kesulitan dalam pembiayaan.

Penghasilan Siti dari berdagang puding dan suaminya,Hamid, sebagai sopir serabutan tidak cukup untuk membayar UKT Devid.

Bahkan, saat mendaftar untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Devid harus meminjam uang pendaftaran sebesar Rp150 ribu kepada orang tua temannya.

“Waktu mau masuk itu banyak sekali kendala, soal administrasi waktu ikut SBMPTN uang juga hanya pinjam untuk pendaftaran. Bahkan sampai sekarang Devid hanya mencicil karena belum bisa mengembalikan,” kata Devid.

Ayah Devid, Hamid Monoarfa, awalnya ingin anaknya segera bekerja selepas lulus dari jurusan jaringan dan komputer di SMK. Hamid menyadari betapa besarnya biaya untuk menguliahkan anaknya. Namun, melihat tekad anaknya yang sangat kuat untuk melanjutkan studi membuat orang tuanya berupaya sekuat tenaga agar Devid bisa berkuliah.

“Tapi orang tua juga berpikir, bagaimanapun coba usaha. Pertama kali itu berusaha untuk masuk dulu. Jadi kami berusaha untuk membayar yang pertama itu. Itu Rp3 juta, itu tidak sepenuhnya dari kami. Sebagian kami pinjam dari teman-teman. Sampai sekarang belum lunas, tapi mereka bilang mereka ikhlas,” Pak Hamid bercerita.

Di mata ortu, Devid anak rajin dan penurut. Tak heran jika Devid bisa meraih nilai memuaskan di semester pertamanya kuliah dengan indeks prestasi 3,6. Di sela-sela kuliahnya, Devid juga terkadang bekerja paruh waktu mencuci piring di sebuah restoran.

“Mereka mengerti dengan keadaan saya, tidak pernah menuntut. Kalau Devid mau pergi kuliah, atau waktu dia di SMK, dia jalan kaki, enggak ada uang jadi jalan kaki sampai sekolah,” kata Ibu Siti.

Meski serba berkekurangan, Siti berkeyakinan jika ilmu adalah harta yang paling indah dan paling luar biasa untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

Kini, Siti dan Hamid bisa bernapas lega karena Devid Telussa telah mendapatkan bantuan beasiswa dari Presiden Jokowi hingga Devid selesai kuliahnya.

Devid bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan dan berkuliah dengan sebaik-baiknya. “Devid juga banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Jokowi karena telah membantu Devid karena ini salah satu bantuan yang sangat berharga untuk Devid,” ungkap Devid.

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terbaru

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

artikel yang mirip

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...