597 total views
INN NEWS – Video gundukan tanah menutup jalan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial. Warga setempat menyebut gundukan tanah itu sebagai ‘gunung pindah’.
Berdasarkan video viral itu, gundukan tanah tersebut tampak cukup tinggi hingga menutupi seluruh badan jalan. “Ini betul-betul gunung pindah ini mah, mau lewat mana? Wih, ini dahsyat, Tuhan,” demikian suara seorang wanita dalam yang terdengar dalam video itu.
Gundukan ‘gunung pindah’ tersebut ramai disaksikan warga.
Gundukan tanah tersebut mengakibatkan akses di lokasi tersebut pun tertutup dan tak bisa dilintasi kendaraan.
Padahal diketahui fenomena gundukan tanah yang menutupi badan jalan tersebut bukan gunung pindah melainkan kejadian bencana tanah longsor.
Dilansir Antara, Senin (20/2/2023), bencana longsor itu mengakibatkan putusnya jalur trans Timor sebagai jalur utama yang menghubungkan Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dengan kabupaten lain maupun dengan wilayah Timor Leste. Longsor terjadi pada Jumat (17/2) malam.
Material longsor menimbun delapan unit rumah warga yang terdiri atas 11 KK serta sebuah truk pembawa kontainer, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Hingga Minggu (19/2) siang, sejumlah peralatan berat masih terus beroperasi di lapangan untuk membersihkan material yang menumpuk di ruas jalan tersebut sepanjang 200-300 meter dengan ketinggian 15-20 meter.
Longsor tersebut terjadi di Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT. Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah X NTT membuka jalur alternatif untuk kelancaran perlintasan kendaraan roda dua di sekitar jalur trans Timor yang tertimbun tanah longsor.
“Jalur alternatif sudah dibuka untuk menunjang mobilisasi sementara, namun hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua,” kata Kepala Satuan Kerja 1 BPJN Wilayah X NTT, Azhari.
Ia menjelaskan, jalur alternatif tersebut mempermudah pelintas jalan trans Timor yang menggunakan sepeda motor, baik dari wilayah Kabupaten Kupang menuju Kabupaten Timor Selatan dan seterusnya maupun sebaliknya menuju Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.
Dia mengatakan, meski jalur alternatif tersebut relatif lebih sulit karena melintasi kali di sekitar titik longsor, hal itu cukup membantu para pelintas yang membawa kendaraan roda dua.
Azhari mengatakan sementara jalur alternatif untuk kendaraan untuk mobil, bus, truk, dan lainnya akan sedang diupayakan untuk segera dibuka.
“Kami upayakan secepatnya dalam dua atau tiga hari ini sudah dibuka, yang penting masyarakat juga mendukung karena ini untuk kepentingan umum,” katanya.


