HomeGlobalMacron Minta Bantuan Xi Jinping dalam Konflik Ukraina, Xi Siap Temui Zelensky?

Macron Minta Bantuan Xi Jinping dalam Konflik Ukraina, Xi Siap Temui Zelensky?

Published on

spot_img

 741 total views

INN NEWS – Presiden China, Xi Jinping menyatakan siap berbicara dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Hal ini disampaikan Ketua Uni Eropa Ursula von der Leyen baru-baru ini usai Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Xi turut bicara tentang perang di Ukraina.

Menurut Reuters, Macron mengatakan Barat harus melibatkan China untuk membantu mengakhiri krisis dan mencegah ketegangan meningkat yang dapat memecah kekuatan global. Kendati demikian, Barat masih menganggap China sebagai sekutu dekat Rusia yang memiliki hubungan diplomatik dan ekonomi yang erat.

Namun Xi tetapi dalam posisinya, yaitu menjadikan China sebagai mediator dalam konflik ini. Ia pun berharap Moskow dan Kyiv dapat mengadakan negosiasi perdamaian secepat mungkin. Xi mengatakan percakapan bisa terjadi ketika “kondisi dan waktunya tepat”.

Macron juga meminta Xi untuk menekan Rusia agar mematuhi aturan internasional tentang non-proliferasi senjata nuklir. Putin mengatakan dia akan menempatkan senjata nuklir taktis di tetangga Ukraina, Belarusia.

Xi mengatakan semua negara harus menghormati komitmen untuk tidak menggunakan senjata nuklir dan “perang nuklir tidak boleh dilakukan”, tanpa menyebut Rusia.

Dia meminta masyarakat internasional untuk “menahan diri dari tindakan apa pun yang akan menyebabkan krisis lebih lanjut memburuk atau bahkan di luar kendali”.

Sementara itu dalam pemberitaan sebelumnya, Zelensky telah menyatakan kesiapan menerima kunjungan Xi. “I want to speak with him / Aku mau bicara dengannya”, kata Zelensky kepada Associated Press. Keinginannya ini diungkapkan setelah sebelumnya Xi bertemu Putin.

China sendiri merupakan pemain penting dalam konflik Rusia-Ukraina. Keterlibatannya akan menjadi babak baru dalam upaya perdamaian dua negara dan berpengaruh pada kondisi perpolitikan secara global.

 

 

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...