HomeGlobalJokowi Buka Pameran Industri Tingkat Internasional di Jerman, Tak Lupa Menyapa Warga...

Jokowi Buka Pameran Industri Tingkat Internasional di Jerman, Tak Lupa Menyapa Warga RI

Published on

spot_img

 660 total views

INN NEWS – Sabtu 15 April 2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi bertolak ke Jerman untuk menghadiri dan membuka rangkaian acara Hannover Messe 2023.

Hannover Messe adalah sebuah pameran industri tingkat internasional dan terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh Deutsche Messe AG (DMAG), dengan menggandeng negara mitra sebagai Official Partner Country. Indonesia merupakan negara ASEAN pertama yang menjadi negara mitra atau partner country. Adapun ini kali ketiga Indonesia menjadi negara mitra resmi, setelah sebelumnya di tahun 1995 dan 2021.

“Saya akan secara resmi membuka Hannover Messe bersama Kanselir Jerman Olaf Scholz,” kata Presiden kepada wartawan sebelum keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Soekarno, Hatta, Tangerang, Banten.

Sebagai negara mitra di Hannover Messe 2023, Indonesia menghadirkan lebih dari 150 peserta pameran mulai dari perusahaan industri besar, UKM, dan perusahaan startup, hingga kawasan industri, asosiasi industri, serta kementerian dan lembaga pemerintah.

Lawatan Jokowi ke Jerman ini juga dimanfaatkan untuk menjalin relasi bilateral dengan Jerman, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.

“Jerman adalah mitra dagang dan investasi penting di Eropa, mitra dagang terbesar di antara negara-negara Eropa, dan investor terbesar keempat dari kawasan Eropa,” ujar Presiden.

Dikutip dalam siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pemerintah memang tengah mendorong peningkatan investasi dan pengembangan industri, khususnya sektor manufaktur atau pengolahan. Hal ini untuk memulihkan kondisi perekonomian nasional pasca pandemi.

Dalam sumber yang sama sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menerangkan partisipasi Indonesia dalam Hannover Messe 2023 dioptimalkan untuk mendorong industri dari sisi permintaan, antara lain dengan membuka lebih banyak lagi akses pasar ekspor produk Indonesia, serta dari segi penawaran yakni antara lain mengenai produktivitas dan penguasaan teknologi baru.

“Salah satu yang menolong pertumbuhan ekonomi nasional pada saat pandemi adalah tingginya nilai ekspor”, ungkap Moegiarso.

Selama lima hari berlangsungnya acara, Indonesia memiliki beberapa agenda, yaitu mempresentasikan peta jalan Making Indonesia 4.0, mempromosikan kerja sama industri, serta mempromosikan investasi asing dan ekspor.

Menjadi negara mitra resmi Hannover Messe 2023 adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk berjejaring, serta membuka pintu bagi industri nasional untuk dapat bergabung dalam rantai suplai global.

Acara ini juga dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mengadaptasi teknologi terbarukan bagi kemajuan industri dan manufaktur nasional.

Selain itu, Jokowi juga melakukan kegiatan jalan pagi dan menyapa masyarakat Indonesia yang berada di sekitar hotel tempatnya bermalam di Hannover, Jerman, pada Minggu, (16/4/2023).

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...