HomeHeadlineNasDem Diusir Dari Pemerintahan Jokowi? PDIP Singgung Kewajaran

NasDem Diusir Dari Pemerintahan Jokowi? PDIP Singgung Kewajaran

Published on

spot_img

 281 total views

INN NEWS – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menanggapi soal dirinya yang tidak diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan para ketum partai politik (parpol) pendukung pemerintahan Jokowi.

Hal itu disampaikan Paloh usai bertemu Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, Jumat 5 Mei 2023.

Paloh menyebut Jokowi mungkin sudah tidak lagi menganggap NasDem di koalisi pemerintah.

“Ya saya bisa pahami itu, pasti Pak Jokowi menempatkan positioning beliau barangkali sebagai pemimpin koalisi partai-partai pemerintahan ya,” terang Paloh.

“Dan beliau tidak menganggap lagi NasDem ini di dalam koalisi pemerintahan untuk sementara,” tambahnya.

Meski begitu, Paloh tidak menampik pernyataan Jokowi bahwa dirinya memang tidak diundang. Namun demikian, dia menegaskan NasDem tetap akan berkomitmen dengan pemerintahan.

“Kan Pak Jokowi sudah jawab bahwa saya tidak diundang sama beliau kan, tetap,” ucapnya.

Baca juga: Parpol Pendukung Jokowi Bertemu Lagi, Masih Ada Harapan untuk Koalisi Besar 

Sementara itu Ketua DPP PDIP, Said Abdullah merespons Surya Paloh yang berpendapat bahwa Jokowi sementara tidak menganggap NasDem di koalisi pemerintah.

Said pun menyerahkan pandangan itu ke publik. “Selagi NasDem masih ada di pemerintahan, maka publik yang akan menilai apakah masih di koalisi pemerintah atau tidak,” kata Said kepada wartawan, Jumat (5/5/2023).

Ketika ditanya apakah tak diundangnya NasDem adalah bentuk pengusiran halus, Said tidak berkomentar dan menyerahkan NasDem untuk melihat realitas politik saat ini.

“Saya kembalikan cara pandang NasDem melihat realitas politik yang dihadapi saat ini,” ujarnya.

Said mengatakan, PDIP tetap menghargai sikap NasDem. Said berpendapat wajar jika Jokowi tidak mengundangnya lantaran NasDem sudah punya koalisi sendiri.

“Kenapa NasDem tidak diundang pada pertemuan partai-partai tempo lalu? Sebab pembahasan pertemuan tersebut menyangkut kerjasama politik Pilpres 2024. NasDem jauh-jauh hari sudah menentukan kerjasama politik sendiri dengan PKS daan Demokrat, dengan mendukung Anies Baswedan sebagai capres. Arah kerjasama politik yang berbeda inilah yang membuat Presiden tidak mengundang Pak Surya Ketum NasDem,” kata Said.

Lanjutnya, sejauh ini NasDem masih bagian dari koalisi pemerintahan Jokowi. Menurutnya, NasDem tidak lagi di koalisi pemerintahan jika mengundurkan diri.

“Namun posisi NasDem masih menjadi bagian dari kerjasama pemerintahan Jokowi-Ma’ruf sampai 2024, kecuali jika NasDem undur diri dari kerjasama pemerintahan saat ini,” pungkasnya.

 

 

Artikel Terbaru

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran. 

Ponakan Prabowo Jadi Wamenkeu Disebut Sebagai Signal Pengganti Sri Mulyani 

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi  mengangkat ponakannya yang juga Bendahara Umum Partai Gerindra Thomas Djiwandono menjadi wakil menteri keuangan II pada Kamis (18/7).

artikel yang mirip

Teguh Prakosa Resmi Jadi Wali Kota Solo

SEMARANG - Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana resmi melantik Teguh Prakosa Wali Kota Solo menggantikan Gibran Rakabuming Raka di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7) malam.

Menteri PMK Bilang Rp7.500 Sudah Sangat Besar untuk Makan Bergizi Gratis  

INN NEWS - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy turut buka suara soal anggaran program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran yang mau dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Ala Ahok, Gimana Itu?

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok, memberikan komentarnya tentang program makan siang gratis yang menjadi program utama presiden terpilih Prabowo-Gibran.