HomeTrending100 Ribu Orang Akan Saksikan Pidato Megawati, Jokowi, dan Ganjar di GBK...

100 Ribu Orang Akan Saksikan Pidato Megawati, Jokowi, dan Ganjar di GBK Akhir Juni

Published on

spot_img

 1,471 total views

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menggelar puncak perayaan Bulan Bung Karno di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 24 Juni 2023.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri akan hadir secara langsung dal acara tersebut.

Hasto saat meninjau kesiapan GBK, Senayan, Jakarta, Senin (8/5/2023) mengungkapkan, 100 ribu orang diperkirakan hadiri acara tersebut.

“Hari ini kita melakukan pengecekan di lapangan terkait dengan hal-hal teknis yang harus dipersiapkan mengingat yang akan datang nanti diperkirakan sekitar 100 ribu orang,” ungkap Hasto.

Lanjut Hasto, selain penyampaian pidato dari Presiden Jokowi dan Ketum Megawati Soekarnoputri, calon presiden (Capres) PDIP, Ganjar Pranowo juga akan menyampaikan pidato.

Katanya, acara tersebut akan dihadiri mulai dari anak ranting PDI Perjuangan hingga pengurus di tingkat nasional.

Baca juga: Ganjar dan Kader Banteng Merahkan Surabaya 

“Selain akan disampaikan pidato politik dari ketum PDIP Ibu Megawati, tentu saja dari Presiden Joko Widodo dan juga capres dari PDIP Pak Ganjar Pranowo juga akan hadir di dalam persatuan paduan dengan 3 pilar PDIP dari unsur anak ranting, ranting, PAC, DPC hingga pengurus dari tingkat nasional dan juga satgas partai,” terang Hasto.

“Di mana seluruh spirit untuk menjadikan Pancasila sebagai the way of life,” tambah Hasto.

PDIP juga akan menggaungkan pedoman Pancasila dalam bernegara hingga relevansi kepemimpinan Bung Karno untuk pemerintah Indonesia di masa kini.

“Menjadikan Pancasila sebagai the way of life sebagai dasar tujuan bernegara dan kemudian seluruh kontemplasi pemikiran Bung Karno dan relevansinya bagi kepemimpinan Indonesia di dalam percaturan politik global, itu akan ditampilkan dengan seluruh nuansa kebudayaan Nusantara,” tutup Hasto.

 

 

 

 

 

 

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...