HomeHeadline2024: Indonesia Produksi Mobil dan Baterai Listrik Sekaligus, Pertama di Asia Tenggara 

2024: Indonesia Produksi Mobil dan Baterai Listrik Sekaligus, Pertama di Asia Tenggara 

Published on

spot_img

 849 total views

INN NEWS – Indonesia di 2024 akan menjadi negara di Asia Tenggara yang pertama kali memproduksi kendaraan listrik dalam satu ekosistem.

Produksi baterai maupun mobil listrik akan bisa dilakukan bersamaan di tahun 2024.

Hal itu diungkapkan Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 15 Mei 2023.

Kata Bahlil, itu bisa terjadi setelah pabrik baterai listrik di Karawang selesai pada tahun 2024 mendatang.

Kepastian ini didapatkan Bahlil setelah ikut dalam pertemuan pemerintah Korea Selatan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang tadi.

Dia menyatakan pabrik baterai listrik 10 gigawatt hasil kerja sama LG dan Hyundai sudah bisa berproduksi tahun depan.

“Di 2024 Indonesia jadi negara pertama yang produksi mobil baterai dan baterai sekaligus. Jadi tahun depan pabrik 10 gigawatt tahap pertama milik LG dan Hyundai itu sudah produksi tahun depan,” ungkap Bahlil.

Lanjutnya, beberapa proyek milik Korea Selatan di Indonesia terus berjalan pembangunannya. Misalnya saja, proyek petrochemical milik Lotte di Cilegon, Banten, saat ini sudah mencapai 60% pembangunannya.

“Lalu ada juga, proyek pabrik kaca di KIT Batang, Jawa Tengah yang sudah 80% progres-nya,” papar Bahlil.

Melihat catatan detikcom, investasi yang dilakukan LG dan Hyundai merupakan salah satu bentuk investasi strategis di industri baterai kendaraan listrik.

Investasi itu, terintegrasi dengan fasilitas penambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining) serta industri precursor dan katoda, fasilitas produksi baterai listrik ini akan menjadi yang pertama di Asia dan bahkan di dunia. Nilai investasi diperkirakan mencapai US$ 9,8 miliar (sekitar Rp 140 triliun).

Sebagaimana diketahui, cikal bakal kerja sama antara PT Industri Baterai Indonesia dan Konsorsium LG dimulai pada tahun 2019 ketika Presiden Joko Widodo dan Presiden Korsel Moon Jae In bertemu di Busan, Korsel pada 25 November 2019.

Setelah melalui rangkaian proses penjajakan, negosiasi dan studi, Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pun ditandatangani pada 18 Desember 2020 di Seoul, Korsel antara Menteri Investasi/Kepala BKPM dan CEO LG Energy Solution.

 

Artikel Terbaru

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...

PM Singapura Lawrence Wong: Singapura Sangat Percaya pada Masa Depan Indonesia

INNNEWS – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan keyakinan kuat Singapura terhadap masa depan Indonesia....

artikel yang mirip

Konflik AS-Iran Memanas Lagi: Iran Tutup Selat Hormuz, AS Balas Serangan, Harga Minyak Melonjak

INNNEWS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak pada 13 Juli 2026. Iran...

Polri Usut Korupsi Batu Bara Rp5 T yang Melibatkan Jampidsus

INNNEWS — Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kembali menyeret nama...

Konflik Iran-AS Memanas Kembali

INNNEWS — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan...