HomeHeadlineAde PSI Bilang Politik Dinasti itu Yogyakarta, Netizen: Dukung Prabroro Syaratnya Harus...

Ade PSI Bilang Politik Dinasti itu Yogyakarta, Netizen: Dukung Prabroro Syaratnya Harus Bodoh 

Published on

spot_img

 1,066 total views

INN NEWS – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando kembali menghebohkan jagat media sosial tanah air usai mengunggah sebuah video yang menyinggung keistimewaan Yogyakarta di aplikasi X baru-baru ini.

Video berdurasi kurang dari 2 menit tersebut, Ade Armando menyinggung politik dinasti di Yogyakarta dan kini masuk trending Twitter Indonesia pagi ini, Minggu, 3 Desember 2023.

Dalam video itu Ade Armando juga mempertanyakan keseriusan mahasiswa di Yogyakarta yang menentang politik dinasti.

“Politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta,” ucap Ade Armando, dikutip  dari akun X @adearmando61 pagi ini.

“Gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu, gubernurnya adalah Sultan Hamengkubuwono X yang menjadi gubernur karena garis keturunan,” sambungnya.

Pernyataan politisi PSI ini disampaikan usai adanya gerakan aliansi mahasiswa di Yogyakarta melawan politik dinasti.

Para mahasiswa tersebut kabarnya memakai kaos bertuliskan “Republik rasa Kerajaan”.

Dengan kejadian itu Ade Armando justru mempertanyakan sikap diam mahasiswa Yogyakarta yang tinggal di wilayah yang menurutnya menjalankan politik dinasti.

“Ini ditetapkan melalui Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta yang dilahirkan pada 2012,” ujarnya.

“Salah satu anggota DPR yang berperan besar dalam kelahiran Undang-Undang itu adalah wakil ketua panitia kerja di DPR yang bernama Ganjar Pranowo,” tambahnya.

Penyataan kontroversi itu lantas dibanjiri komentar pedas dari warganet X di kolom komentar.

“Memang salah sich label politik Dinasti. Karena Dinasti itu “darah biru”, kalau yg sekarang ini “darah kotor”.Tapi semua juga tahu, yg diperjuangkan mhs ini adalah menentang Nepotisme yg menabrak etika dan konstitusi,” tulis @diana.

“Logika konslet😆 Bang ade seorang prof lho,tp kok pikiran nya bgtu ya🤦🏼berarti selama ini kata @budimandjatmiko itu benar doang,dukung prabroro syaratnya harus bodoh🤣🤣🤣🤣,” tulis @pol.

“MEMAHAMI ARTI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Aja… OTAK LOE GAK NYAMPE… Deee Markonde… KAYAK GINI KOK TIAP HARI MBACOT tentang AKAL SEHAT… AKAL LOE LAGI SEKARAT INI… Otak… Otak… MANA OTAK…! 😏😏☹️,” tulis @agung…

“Bro armando yogya itu dari dulu kerajaan bro…kami rakyat yogya memang punya raja….sampeyan jangan ngotak atik raja yogya nggih , apa urusannya raja yogya dengan pemilu, jangan kait kaitkan ya bro keistimewaan yogya”  dengan pemilu. Bisa koit sampeyan di hajar wong yogya,” tulis @bh.

“Berani macem2 ma kesultanan yogya kau de, entar dirujak orang jogja nangis,” tulis @5t3.

Seperti diketahui, dalam Pilpres 2024, Ade Armando masuk ke gerbong Prabowo-Gibran bersama partainya PSI yang kini dipimpin putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Artikel Terbaru

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...

IHSG Anjlok Lagi di Awal Pekan, BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7 Persen Imbas Ancaman MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diguncang tekanan berat pada perdagangan Senin...

artikel yang mirip

INDONESIA IN DENIAL 25 Tahun Berlalu, Kita Masih Sulit Membaca Realitas

Dua puluh lima tahun berlalu, krisis literasi Indonesia masih menjadi tantangan besar. Elwin Tobing mengulas bagaimana lemahnya budaya membaca dan berpikir kritis memengaruhi kemajuan bangsa, serta pentingnya transformasi literasi untuk masa depan Indonesia.

Antara Legalitas dan Legitimasi: Menguji Narasi Intervensi Kekuasaan melalui Fakta Hukum dan Etika Publik

Narasi mengenai intervensi kekuasaan dalam pemerintahan Joko Widodo selama ini kerap dipandang sebagai ekspresi...

Gelombang Protes dan Kerusuhan Melanda Eropa: Prancis Jadi Episentrum, Meluas ke Italia, Belgia, Portugal, dan Albania

Lisbon–Milan–Paris, 19 Oktober 2026 — Gelombang protes massal yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup,...