HomeHeadlineHoaks Deklarasi Wadas, Warga Ditipu & Disogok Uang, Instruksi Mas Ari dari...

Hoaks Deklarasi Wadas, Warga Ditipu & Disogok Uang, Instruksi Mas Ari dari Solo

Published on

spot_img

 418 total views

SOLO – Pemberitaan Pejuang Wadas mendeklarasikan dukungan ke pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 yang ramai diperbincangkan publik di media sosial ternyata hoaks.

Diberitakan, sekelompok orang menggelar deklarasi dengan tajuk Pejuang Wadas Deklarasi Prabowo-Gibran” di Warung Sego Pecel Joglo STA Mbah Tri Jalan Kyai Wagen, Keseneng, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa, 5 Desember 2023.

Deklarasi tersebut dinilai sangat sensitif lantaran membawa nama Wadas yang cenderung mengadu domba masyarakat, terutama warga Wadas yang mulai kondusif.

Usut punya usut, ternyata aksi tersebut bukan inisiatif warga Wadas ataupun ikut terjun dalam deklarasi itu.

Pejuang Wadas melalui akun Instagram resminya, dilihat Jumat (9/12) pagi membantah mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

(Sumber: @wadas_melawan)

Berikut juga pengakuan warga sekitar yang merasa dirugikan dan dimanfaatkan soal deklarasi tersebut.

1. Erry Susilowati: yang Bikin Acara Dari Solo

Penjual Sego pecel Joglo STA ini mengatakan, dirinya tidak mengetahui ada orang dari Desa Wadas ikut berpartisipasi dalam acara Pejuang Wadas Deklarasi Prabowo-Gibran itu.

“Yang bikin acara itu kemarin dari Solo, untuk yang hadir tidak ada dari Desa Wadas setahu saya cuma orang sekitar sini (Keseneng) saja,” ungkap Erry saat ditemui di warungnya baru-baru ini.

2. Nurkhamid: Dimintai Hadir, Dikasih Uang dan Kaos

Nurkhamid salah satu warga Kelurahan Keseneng mengungkapkan, awalnya dirinya diminta tolong oleh Tri (Pemilik warung STA) untuk mencari massa di sekitar Kelurahan Keseneng.

“Saya cuma diminta tolong Bu Tri untuk mengajak orang sekitar sini untuk hadir acara deklarasi. Saya sendiri kemarin jaga parkir untuk menata kendaraan,” ungkapnya.

Nur menjelaskan, dirinya dalam acara tersebut bisa membawa sekitar 60 lebih warga sekitar Keseneng.

“Dikasih amplop berisi Rp 50 ribu untuk dibagikan kepada setiap orang yang datang dan kemarin pas acara juga dikasih kaos Prabowo-Gibran,” jelasnya

3. Tumiran: Saya Merasa Tertipu 

Tumiran warga RT.03 RW.01 Kelurahan Keseneng ditemui di lokasi yang sama mengungkapkan, dalam acara deklarasi pejuang Wadas Jawa Tengah dukung Prabowo-Gibran dirinya merasa tertipu.

“Saya merasa tertipu karena undangannya cuma untuk deklarasi Prabowo-Gibran namun di lokasi berbeda ada embel-embel pejuang Wadas.

Padahal saya bukan orang Wadas. Saya tengak-tengok, hampir kenal semua yang datang itu kebanyakan warga sekitar sini Keseneng,” kata Tumiran.

“Saat acara hampir selesai baru temen saya dari Wadas datang satu orang. Itupun saya tidak tahu di undang sama siapa. Baru tadi malam saya tahu kalau temen saya, (dari) Wadas itu, datang diundang oleh Eko Seren,” ungkap Tumiran di Warung STA Keseneng.

Lebih lanjut, Tumiran berharap kepada timses ataupun relawan kalau mau kampanye jangan mengadu domba masyarakat. Pasalnya, dengan mencantumkan nama Wadas dapat membuat gaduh warga.

“Saya kemarin juga merasa dirugikan karena disuruh praktik nyoblos terus diwawancarai padahal saya orang Keseneng, bukan orang Wadas. Namun di baliho tulisannya pejuang Wadas,” beber Tumiran.

“Jadi saat diwawancara oleh beberapa orang itu saya semacam didekte (diajari) tidak bisa menjawab sesuai hati nurani,” imbuhnya.

4. Sumarno: Wadas Sudah Mulai Kondusif, Kok Mau Adu Domba

Sumarno salah satu warga Desa Wadas yang sempat hadir dalam acara deklarasi Prabowo-Gibran mengungkapkan, dirinya tidak tahu sama sekali terkait dengan baliho bertuliskan Pejuang Wadas Jawa Tengah Dukung Prabowo-Gibran.

“Saya sore itu pada hari Selasa (05/12/2023) pukul 16.01 WIB ditelpon oleh seseorang yang mengaku Eko beralamat di Seren. Saya diundang untuk menghadiri deklarasi di Keseneng. Tanpa ragu saya langsung ke sana,” ungkap Sumarno.

Dia bercerita, sesampainya di lokasi dirinya sempat bingung dengan adanya baliho bertuliskan Pejuang Wadas Jawa Tengah dukung Prabowo-Gibran.

Padahal di lokasi itu sama sekali tidak ada satupun warga Wadas yang datang atau hadir.

“Baru saja saya duduk saya disuruh membaca selembar kertas oleh panitia dan sama sekali saya tidak ada yang kenal dengan mereka kecuali satu temen saya Pak Tumiran. Itupun saya tanya hanya sebagai tamu. Kebetulan saya tidak membawa kacamata saya tidak bisa membacanya kemudian dituntun oleh saudara ibu Tri yang katanya pemilik warung ini,” beber Sumarno.

Dilanjutkannya, usai membaca selembar kertas dengan diajari tersebut, kemudian dia diminta mencoblos gambar Prabowo-Gibran sambil mengacungkan dua jari.

“Saya mencoblos gambar bareng Pak Tumiran dan satu lagi saya tidak tahu. Anehnya setelah itu saya diwawancarai oleh beberapa orang. Saya ditanya, namun jawabannya harus mengikuti yang tanya itu,” kata Sumarno.

“Saya merasa sebagai orang Wadas saya dirugikan dengan acara kemarin saya tidak tahu apa-apa kok ditulis dalam media online sebagai Koordinator Pejuang Wadas? Padahal Desa Wadas ini sudah mulai kondusif kok tega-teganya mengadu domba rakyat seperti ini,” imbuh Sumarno.

Sumarno mengungkapkan, dirinya sebetulnya sangat simpati dengan Gerindra dan Prabowo namun dengan kejadian tersebut dirinya merasa kecewa.

“Saya tegaskan, jadi kalau di media bilang ratusan pejuang Wadas Dukung Prabowo-Gibran itu tidak benar itu bukan orang Wadas dan saya kemarin hadir juga bukan mewakili warga Wadas,” tegas Sumarno.

5. Tri Mudji Rahayu: Disuruh Bikin Acara oleh Ari dari Solo

Tri, pemilik warung STA Keseneng atau koordinator acara mengungkapkan, dirinya awalnya dihubungi oleh temannya yang di Solo untuk membuat acara di Desa Wadas.

Namun karena sering hujan dirinya tidak sempat ke Desa Wadas.

“Saya disuruh bikin acara Deklarasi Prabowo-Gibran oleh Mas Ari dari Solo. Untuk yang hadir itu kemarin tidak ada orang dari Wadas kecuali Pak Sumarno itupun datangnya sudah sore,” ungkapnya.

Informasi ini juga dihimpun dari:

  • Kompas.com (sebagai bentuk perlawanan terhadap hoaks yang mengadu domba masyarakat)
  • Instagram resmi Pejuang Wadas @wadas_melawan
  • Berbagai sumber resmi dari lokasi 

 

Artikel Terbaru

Ke Kampung Gitar Legendaris Sukoharjo yang Mendunia, Pulang Bawa Gitar Home Industry Berkualitas

Memiliki julukan kampung gitar, Desa Ngrombo dan Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini memiliki keunikan lantaran mayoritas warganya berprofesi sebagai pengrajin gitar.

MK Pernah Batalkan Hasil Pemilu Akibat Kecurangan, Sudah Tahu?

INN NEWS – Proses sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 saat ini telah mendekati hari pemutusan yang dijadwalkan pada Senin, 22 April 2024.

Tragis, Ibu Muda Gantung Diri Depan Anak, Stres Ditinggal Suami Usai Diduga Selingkuh

AMBON - Kabar duka datang dari ibu muda Tasya Imanuela Frimansya Siahaya (23) yang mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di depan mata anaknya sendiri pada Selasa(16/4/2024) malam.

Arab Saudi Diam-diam Bantu Israel Tangkis Serangan Iran

INN Internasional - Jerusalem Post, Selasa, 16 April 2024 memberitakan bahwa Kerajaan Arab Saudi membantu Israel untuk menangkis serangan Iran belum lama ini.

artikel yang mirip

Ke Kampung Gitar Legendaris Sukoharjo yang Mendunia, Pulang Bawa Gitar Home Industry Berkualitas

Memiliki julukan kampung gitar, Desa Ngrombo dan Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini memiliki keunikan lantaran mayoritas warganya berprofesi sebagai pengrajin gitar.

MK Pernah Batalkan Hasil Pemilu Akibat Kecurangan, Sudah Tahu?

INN NEWS – Proses sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 saat ini telah mendekati hari pemutusan yang dijadwalkan pada Senin, 22 April 2024.

Tragis, Ibu Muda Gantung Diri Depan Anak, Stres Ditinggal Suami Usai Diduga Selingkuh

AMBON - Kabar duka datang dari ibu muda Tasya Imanuela Frimansya Siahaya (23) yang mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di depan mata anaknya sendiri pada Selasa(16/4/2024) malam.