HomeTrendingPilgub Sumut, PDIP: Semua Bisa Daftar Kecuali Bobby Menantu Jokowi

Pilgub Sumut, PDIP: Semua Bisa Daftar Kecuali Bobby Menantu Jokowi

Published on

spot_img

 868 total views

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) segera membuka pendaftaran untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk seluruh wilayah di Indonesia. Baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Namun Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dalam pernyataan resminya memberikan  pengecualian untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut), baik Pemilihan Gubernur (Pilgub), atau Pemilihan Walikota (Pilwakot) pada November mendatang.

Kader partai banteng merah itu mengatakan partainya memperbolehkan siapa saja mendaftar, kecuali Walikota Medan Bobby Nasution yang merupakan eks kader partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

Pasalnya kata Hasto, Walikota Medan yang merupakan eks kader PDIP itu sudah tidak sejalan dengan prinsip dari partai.

“Sudah ada pendaftaran-pendaftaran di daerah-daerah Sumatera Utara, kemarin sudah melaporkan semua boleh mendaftar kecuali Mas Bobby itu usulan dari bawah” ucap Hasto kepada wartawan belum lama ini di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta Pusat.

“Tetapi selama proses pendaftaran ini berlangsung, hal-hal yang menjadi kritik terbesar atas pelaksanaan Pemilu 2024 diwarnai Abuse of power, penggunaan aparatur negara, sumber-sumber Negara itu harus diatasi” lanjut Hasto.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.