HomeTrendingKoalisi Perubahan Melunak, PKS Tetap Oposisi?

Koalisi Perubahan Melunak, PKS Tetap Oposisi?

Published on

spot_img

 724 total views

JAKARTA – Partai yang tergabung dalam koalisi perubahan yang mendukung Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden 2024, diantranya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasional Demokrasi (NasDem), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kini mulai menunjukan dukungannya kepada pemenang Pilpres 2024, Prabowo Subianto  dan Gibran Rakabuming Raka.

Dimulai dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang telah menyatakan dukungannya terhadap Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden yang terpilih untuk periode 2024-2029.

“Saya rasa sudah tidak perlu dijawab, sudah cetho (jelas).” Ucap Muhaimin pada Rabu (24/04).

Adapun Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, tidak ketinggalan dalam deklarasinya untuk mendukung pemerintahan baru periode 2024 – 2029 yang akan dipimpin oleh Prabowo.

Surya paloh juga terlihat berjabat tangan dengan Prabowo yang menandakan ia mendukung pemerintahan baru.

“NasDem kembali menegaskan mendukung pemerintahan baru di bawah bapak Prabowo Subianto,” ucap Ketum NasDem itu pada Sabtu (27/04).

Selain itu, Aboe Bakar Alhabsyi, Sekretaris Jenderal PKS memberikan sinyal tentang arah partainya dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming selama lima tahun ke depan.

Ia menyatakan bahwa PKS ingin memberikan kontribusi positif bagi Indonesia setelah dua periode berada di luar pemerintahan.

“Ini kan sudah selesai acara, ke depan ini kita ingin berbuat untuk bangsa ya, kita kan sudah pengalaman dua periode kemarin di luar,” ucap Aboe di Kantor DPP PKS, Sabtu (27/4).

“Kita juga ingin berbuat lebih maksimal dan kita siap menyiapkan kader-kader PKS yang maksimal, yang positif, baik, dan profesional, untuk berkontribusi,” lanjutnya.

Namun posisi PKS secara resmi sebagai oposisi atau gabung pemerintahan akan diputuskan di rapat dewan keputusan musyawarah Majelis Syuro PKS yang segera digelar.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.