HomeTrendingGibran Serahkan Surat Pengunduran Diri ke DPRD Solo

Gibran Serahkan Surat Pengunduran Diri ke DPRD Solo

Published on

spot_img

 536 total views

SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai Wali Kota  Surakarta (Solo), Jawa Tengah pada Selasa, 16 Juli 2024.

Gibran langsung mengantarkan surat pengunduran diri ke kantor  DPRD Solo sore ini.

Saat mengantar surat pengunduran diri, Gibran ke DPRD, Gibran didampingi Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa dan Sekretaris Daerah Solo, Budi Murtono.

Pantauan di lokasi, Gibran tiba pukul 14.45 WIB dengan memakai mobil dinas pelat merah AD 1 A. Gibran datang membawa map warna putih bertuliskan Wali Kota Solo.

Kedatangan Gibran disambut Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo serta wakil DPRD Solo langsung masuk ke dalam ruang ketua DPRD Solo.

Mereka masih melangsungkan pertemuan secara tertutup.

“Kita ketemu Ketua DPRD dulu ya,” ujar Gibran singkat kepada wartawan.

Sebelumnya Gibran Rakabuming Raka dikabarkan sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Wali Kota Solo kepada Kementerian Dalam Negeri pada awal Juli. Gibran bakal mundur karena akan dilantik menjadi wakil presiden pada 20 Oktober 2024.

Ketika dikonfirmasi rencana mundur, Gibran hanya tertawa. Ia meminta awak media bersabar.

“Nanti saja, ya nanti lihat saja (kabar mundur di akhir Juli),” kata Gibran usai menghadiri HUT Pemkab Sukoharjo, Senin (15/7).

 

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.