HomeTrendingKontingen Paduan Suara Wanita Kepri Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, Pilih Bernyanyi Daripada...

Kontingen Paduan Suara Wanita Kepri Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, Pilih Bernyanyi Daripada Protes

Published on

spot_img

 56 total views

INNNEWS – Sebuah kejadian memilukan sekaligus menginspirasi terjadi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebanyak 27 anggota Paduan Suara Wanita (PSW) Kontingen Kepulauan Riau (Kepri) yang hendak berangkat ke Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat Daya, terpaksa terlantar karena tiket pesawat mereka ternyata hanya berstatus booking dan belum dibayar.

Rombongan yang datang dari Tanjungpinang ini mendarat di Jakarta pada Kamis malam. Mereka membawa koper berisi seragam lomba yang sudah disetrika rapi. Jadwal mereka sangat ketat: Jumat pagi, 26 Juni 2026, mereka dijadwalkan tampil pertama di kategori Paduan Suara Wanita. Namun, alih-alih mendapatkan boarding pass, mereka justru mendapat kabar dari petugas bandara bahwa tiket belum dibayar.

“Maaf bu, tiketnya belum dibayar. Ini baru booking,” kata petugas sebagaimana diceritakan dalam kronologi yang beredar luas.

Meski telah dilepas secara resmi oleh pemerintah daerah dan membawa tiket hard copy bertanggal 24 Juni 2026, rombongan ini tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Manokwari. Upaya menghubungi panitia daerah Kepri disebut tidak membuahkan solusi yang jelas. Mereka pun terjebak di bandara, jauh dari panggung utama Pesparawi yang dibuka oleh Wakil Presiden.

Yang mengejutkan, 27 perempuan tersebut tidak memilih jalan protes keras. Mereka tidak menggelar konferensi pers, tidak memasang spanduk, dan tidak melontarkan kata-kata kasar. Sebaliknya, di lantai bandara yang dingin, di tengah hiruk-pikuk penumpang dan pengumuman penerbangan, mereka membentuk formasi dan menyanyikan lagu lomba yang seharusnya dibawakan di Manokwari.

Seorang konduktor berbaju keemasan memimpin penampilan mereka dengan penuh semangat. Para peserta bernyanyi dengan khidmat, seragam marun mereka tampak elegan di tengah kesibukan bandara. Video penampilan tersebut langsung viral dan menyentuh hati banyak orang.

“Ketika hakmu dirampas, jangan berteriak. Bernyanyilah,” tulis salah satu narasi yang menyertai video tersebut.

Kejadian ini memicu pertanyaan besar soal akuntabilitas penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV. Banyak yang menyoroti kelalaian serius dalam pengurusan tiket rombongan resmi yang sudah dilepas pemerintah daerah. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari panitia nasional maupun daerah mengenai siapa yang bertanggung jawab atas tiket yang “hanya booking” tersebut.

Masyarakat luas menilai penampilan di bandara ini sebagai bentuk protes paling bermartabat. Meski gagal tampil di panggung utama dan pulang tanpa medali, 27 perempuan dari Kepri itu justru mendapat tempat istimewa di hati publik. Banyak yang menyebut mereka sebagai “juara tanpa piala”.

Kasus ini juga mendorong seruan agar polisi turun tangan menelusuri aliran dana dan proses pengadaan tiket rombongan. Sebagai event nasional yang melibatkan hajat banyak pihak dan dana publik, transparansi dan pertanggungjawaban dianggap sangat penting.

Artikel Terbaru

RBP Joyosuran Gelar Jalan-jalan Edukatif ke Museum Pers, Keris, dan Taman 45 Banjasari

INNNEWS– Rumah Belajar Pancasila (RBP) Joyosuran menggelar kegiatan belajar di luar kelas yang menyenangkan...

Garis Depan Investasi Medis: Mengapa IPO JECX Menarik untuk Investor Jangka Panjang

INNNEWS – Rencana pencatatan saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola jaringan JEC Eye...

ANALISIS HUKUM KEMATIAN 4 CALON MANAJER KOPDES: ADAKAH KELALAIAN INSTITUSIONAL?

INNNEWS - Meninggalnya empat Calon Manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Nelayan Merah Putih...

Blunder Komunikasi Purbaya: Sikap Tak Elok Menteri Keuangan Perburuk Sentimen Pasar

INNNEWS - Baru-baru ini, sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan...

artikel yang mirip

RBP Joyosuran Gelar Jalan-jalan Edukatif ke Museum Pers, Keris, dan Taman 45 Banjasari

INNNEWS– Rumah Belajar Pancasila (RBP) Joyosuran menggelar kegiatan belajar di luar kelas yang menyenangkan...

Garis Depan Investasi Medis: Mengapa IPO JECX Menarik untuk Investor Jangka Panjang

INNNEWS – Rencana pencatatan saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola jaringan JEC Eye...

ANALISIS HUKUM KEMATIAN 4 CALON MANAJER KOPDES: ADAKAH KELALAIAN INSTITUSIONAL?

INNNEWS - Meninggalnya empat Calon Manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Nelayan Merah Putih...