HomeTrendingBalik Haluan PDIP ke Kader di Pilgub Jakarta, Elektabilitas Ahok Kalahkan

Balik Haluan PDIP ke Kader di Pilgub Jakarta, Elektabilitas Ahok Kalahkan

Published on

spot_img

 607 total views

JAKARTA – Anies Baswedan Batal diumumkan PDIP jadi calon gubernur pada Senin (26/8) di tengah santer diisukan bakal maju bersama Rano Karno sebagai paslon dari PDIP untuk Pilgub Jakarta.

Himpunan informasi INN Indonesia dari sejumlah sumber resmi, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri disebut batal mengusung Anies Baswedan.

Sejumlah pimpinan partai juga tak menampik soal kabar tersebut. Misalnya dari Bendahara Umum PDIP olly dondokambey yang menyebut partainya lebih memilih kader mereka sendiri.

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat juga buka suara soal partainya batal mengusung Anies.

Dia menegaskan keputusan pasangan calon (paslon) yang maju di Pilgub Jakarta dan wilayah strategis lainnya akan diumumkan langsung oleh Ketum Megawati Soekarnoputri.

“Ya kalau saya sih dukung kader PDI-P dan kadernya cukup banyak gitu ya tapi prosesnya berlangsung, dinamikanya ada. Setiap perbedaan tentu harus diambil keputusan dan keputusan kita serahkan ke Ketua Umum. Jadi, nanti kita tunggu saja pengumumannya,” ucap dia.

Tak hanya mereka, kalimat senada juga memang kerap dikeluarkan oleh petinggi PDIP. Misalnya Ganjar Pranowo yang menyebut bahwa ia lebih memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ingin kembali bertarung.

Sejumlah pengamat politik juga mengatakan, PDIP masih bimbang untuk mengusung Anies, sebab masih banyak kader PDIP yang mumpuni, populer, dan memiliki elektabilitas tertinggi. Salah satunya Ahok.

Ahok memang sampai hari ini masih memiliki elektabilitas yang cukup tinggal di berbagai lembaga survei bahkan melebih calon dari Koalisi Indonesia Maju, Ridwan Kamil.

Misalnya di Litbang Kompas, pada survei yang dilakukan pada 15-20 Juni 2024, peringkat elektabilitas tertinggi jatuh kepada Anies dengan raihan 39%.

Sedangkan tempat kedua diduduki Ahok dengan persentase elektabilitas 34,5%. Nama Ridwan berada di posisi ketiga dengan mendapatkan persentase elektabilitas 24%.

Selain itu, ada survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Lagi-lagi survei itu memuat 3 besar yaitu Anies, Ahok, dan Ridwan Kamil yang menjadi top of mind warga dalam memilih calon gubernur Jakarta.

Dalam survei yang dilakukan pada 18-26 Juni 2024 dengan wawancara tatap muka kepada 800 responden, Anies mendapatkan angka tertinggi yaitu 41,7%. Peringkat kedua ada Ahok yang mendapatkan persentase elektabilitas 27%. Sedangkan Ridwan Kamil dengan persentase 15,4%.

Lalu PDIP mengusung siapa?

Semuanya ada di tangan Megawati Soekarnoputri.

Artikel Terbaru

PDIP Solo Gelar Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen untuk Masyarakat SOLO

INNNEWS– Dalam upaya nyata membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, DPC PDI Perjuangan (PDIP)...

Soal Polemik Saiful Mujaini, Pakar Politik NSL : Kekuasaan Tanpa Kehadiran Oposisi Menyimpan Bahaya Laten Yang Jauh Lebih Destruktif

INNNEWS- Sebelumnya, Saiful yang dikenal sebagai pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) itu meminta...

BOM DEMOGRAFI: Masalah Terbesar Kedua RI (Bg. 2) 75% Potensi dan 5 Tahun Sekolah Hilang

INNNEWS- Kalau masalah pertama adalah rapuhnya fondasi belajar, maka masalah kedua adalah akibat lanjutannya:...

Praktik Sains Pakai Senapan Rakitan, Siswa SMP di Siak Tewas

INNNEWS – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Siak, Riau, ketika seorang siswa Sekolah Menengah...

artikel yang mirip

PDIP Solo Gelar Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen untuk Masyarakat SOLO

INNNEWS– Dalam upaya nyata membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, DPC PDI Perjuangan (PDIP)...

Soal Polemik Saiful Mujaini, Pakar Politik NSL : Kekuasaan Tanpa Kehadiran Oposisi Menyimpan Bahaya Laten Yang Jauh Lebih Destruktif

INNNEWS- Sebelumnya, Saiful yang dikenal sebagai pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) itu meminta...

BOM DEMOGRAFI: Masalah Terbesar Kedua RI (Bg. 2) 75% Potensi dan 5 Tahun Sekolah Hilang

INNNEWS- Kalau masalah pertama adalah rapuhnya fondasi belajar, maka masalah kedua adalah akibat lanjutannya:...