HomeUncategorizedPrabowo: Jangan Bekerja untuk Kerabat, Rakyat Masih Hidup di Bawah Kemiskinan 

Prabowo: Jangan Bekerja untuk Kerabat, Rakyat Masih Hidup di Bawah Kemiskinan 

Published on

spot_img

 1,072 total views

JAKARTA – Prabowo Subianto resmi menjadi Presiden kedelapan RI. Ia dilantik dan mengucapkan sumpah di Sidang Umum Paripurna MPR, Minggu (20/10).

Dalam pidato di Sidang Paripurna MPR RI, Prabowo mengatakan pemerintah tak boleh bekerja untuk kerabat maupun dirinya sendiri. Sebaliknya, pemerintah harus bekerja untuk rakyat.

Ketum Gerindra itu menyampaikan cita-cita para leluhur bangsa yaitu menjadikan rakyat Indonesia merdeka, dalam arti hidup dengan sandang, pangan, dan papan yang cukup.

Dia berujar saat ini masih ada rakyat yang hidup di bawah kemiskinan sehingga Indonesia belum bisa dikatakan merdeka.

Oleh sebab itu, ia berpesan pemerintah harus selalu mengingat bahwa kekuasaan dan kedaulatan Indonesia mesti dijalankan atas nama rakyat dan untuk rakyat.

“Kita harus ingat bahwa kekuasaan itu adalah milik rakyat, kedaulatan itu adalah kedaulatan rakyat. Kita berkuasa seizin rakyat, kita menjalankan kekuasaan harus untuk kepentingan rakyat. Setiap pemimpin dalam setiap tingkatan harus selalu ingat pekerjaan kita harus untuk rakyat,” kata Prabowo.

Prabowo pun menegaskan tak boleh ada pejabat yang bekerja untuk diri sendiri, kerabat, ataupun pemimpin.

“Bukan kita bekerja untuk diri kita sendiri, bukan kita bekerja untuk kerabat kita, bukan kita bekerja untuk pemimpin-pemimpin kita, pemimpin yang harus bekerja untuk rakyat,”ucap Prabowo.

 

Artikel Terbaru

Rekayasa Data Kemiskinan: Ketika Angka Menjadi Ilusi Birokrasi

Di era pemerintahan berbasis data, angka sering kali menjadi tolok ukur utama keberhasilan. Tingkat...

Night Market Ngarsopuro dan SOLO IS SOLO Semarakkan Koridor Gatot Subroto

INNNEWS – Koridor Gatot Subroto kembali menjadi pusat keramaian warga dan wisatawan melalui digelarnya...

Jazz Triwindu Meriahkan Malam di Depan Pasar Antik Triwindu Solo

INNNEWS – Pertunjukan Jazz Triwindu kembali digelar di depan Pasar Antik Triwindu, Solo, pada...

Korban Banjir Bandang Nepal-Tibet Hampir 800 Jiwa

INNNEWS– Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Nepal dan wilayah Tibet di...

artikel yang mirip

Rekayasa Data Kemiskinan: Ketika Angka Menjadi Ilusi Birokrasi

Di era pemerintahan berbasis data, angka sering kali menjadi tolok ukur utama keberhasilan. Tingkat...

Night Market Ngarsopuro dan SOLO IS SOLO Semarakkan Koridor Gatot Subroto

INNNEWS – Koridor Gatot Subroto kembali menjadi pusat keramaian warga dan wisatawan melalui digelarnya...

Jazz Triwindu Meriahkan Malam di Depan Pasar Antik Triwindu Solo

INNNEWS – Pertunjukan Jazz Triwindu kembali digelar di depan Pasar Antik Triwindu, Solo, pada...