HomeUncategorizedPrabowo: Jangan Bekerja untuk Kerabat, Rakyat Masih Hidup di Bawah Kemiskinan 

Prabowo: Jangan Bekerja untuk Kerabat, Rakyat Masih Hidup di Bawah Kemiskinan 

Published on

spot_img

 840 total views

JAKARTA – Prabowo Subianto resmi menjadi Presiden kedelapan RI. Ia dilantik dan mengucapkan sumpah di Sidang Umum Paripurna MPR, Minggu (20/10).

Dalam pidato di Sidang Paripurna MPR RI, Prabowo mengatakan pemerintah tak boleh bekerja untuk kerabat maupun dirinya sendiri. Sebaliknya, pemerintah harus bekerja untuk rakyat.

Ketum Gerindra itu menyampaikan cita-cita para leluhur bangsa yaitu menjadikan rakyat Indonesia merdeka, dalam arti hidup dengan sandang, pangan, dan papan yang cukup.

Dia berujar saat ini masih ada rakyat yang hidup di bawah kemiskinan sehingga Indonesia belum bisa dikatakan merdeka.

Oleh sebab itu, ia berpesan pemerintah harus selalu mengingat bahwa kekuasaan dan kedaulatan Indonesia mesti dijalankan atas nama rakyat dan untuk rakyat.

“Kita harus ingat bahwa kekuasaan itu adalah milik rakyat, kedaulatan itu adalah kedaulatan rakyat. Kita berkuasa seizin rakyat, kita menjalankan kekuasaan harus untuk kepentingan rakyat. Setiap pemimpin dalam setiap tingkatan harus selalu ingat pekerjaan kita harus untuk rakyat,” kata Prabowo.

Prabowo pun menegaskan tak boleh ada pejabat yang bekerja untuk diri sendiri, kerabat, ataupun pemimpin.

“Bukan kita bekerja untuk diri kita sendiri, bukan kita bekerja untuk kerabat kita, bukan kita bekerja untuk pemimpin-pemimpin kita, pemimpin yang harus bekerja untuk rakyat,”ucap Prabowo.

 

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.