HomeUncategorizedPrabowo: Jangan Bekerja untuk Kerabat, Rakyat Masih Hidup di Bawah Kemiskinan 

Prabowo: Jangan Bekerja untuk Kerabat, Rakyat Masih Hidup di Bawah Kemiskinan 

Published on

spot_img

 1,112 total views

JAKARTA – Prabowo Subianto resmi menjadi Presiden kedelapan RI. Ia dilantik dan mengucapkan sumpah di Sidang Umum Paripurna MPR, Minggu (20/10).

Dalam pidato di Sidang Paripurna MPR RI, Prabowo mengatakan pemerintah tak boleh bekerja untuk kerabat maupun dirinya sendiri. Sebaliknya, pemerintah harus bekerja untuk rakyat.

Ketum Gerindra itu menyampaikan cita-cita para leluhur bangsa yaitu menjadikan rakyat Indonesia merdeka, dalam arti hidup dengan sandang, pangan, dan papan yang cukup.

Dia berujar saat ini masih ada rakyat yang hidup di bawah kemiskinan sehingga Indonesia belum bisa dikatakan merdeka.

Oleh sebab itu, ia berpesan pemerintah harus selalu mengingat bahwa kekuasaan dan kedaulatan Indonesia mesti dijalankan atas nama rakyat dan untuk rakyat.

“Kita harus ingat bahwa kekuasaan itu adalah milik rakyat, kedaulatan itu adalah kedaulatan rakyat. Kita berkuasa seizin rakyat, kita menjalankan kekuasaan harus untuk kepentingan rakyat. Setiap pemimpin dalam setiap tingkatan harus selalu ingat pekerjaan kita harus untuk rakyat,” kata Prabowo.

Prabowo pun menegaskan tak boleh ada pejabat yang bekerja untuk diri sendiri, kerabat, ataupun pemimpin.

“Bukan kita bekerja untuk diri kita sendiri, bukan kita bekerja untuk kerabat kita, bukan kita bekerja untuk pemimpin-pemimpin kita, pemimpin yang harus bekerja untuk rakyat,”ucap Prabowo.

 

Artikel Terbaru

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...

KELANGKAAN PERTALITE MELUAS, ANTREAN PANJANG TERJADI DI BALI HINGGA MALANG

INNNEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia....

artikel yang mirip

“Skandal BYAN”: Haji Isam, Bank Mandiri, dan Pertanyaan Besar di Balik Transaksi Rp26 Triliun

INNNEWS - Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar saham global yang menjadi...

RUMAH BELAJAR PANCASILA SAPARUA DIBUKA: GERAKAN GOTONG ROYONG RAKYAT, ANTITESA PROYEK PENDIDIKAN APBN MILIARAN YANG BERUJUNG MASALAH

INNNEWS — Di tengah maraknya proyek pendidikan berbiaya miliar hingga triliunan rupiah yang dibiayai...

MSCI ANCAM UBAH STATUS PASAR SAHAM INDONESIA: DARI EMERGING MARKET KE STANDALONE MARKET

INNNEWS — Indonesia menghadapi ujian serius terhadap kredibilitas pasar modal setelah Morgan Stanley Capital International...