HomeTrendingUnggul Survei Pilgub Malut, Sherly Laos Mulai Sambangi Warga meski Belum Sembuh...

Unggul Survei Pilgub Malut, Sherly Laos Mulai Sambangi Warga meski Belum Sembuh Total

Published on

spot_img

 795 total views

INN NEWS – Lembaga Survei Indikator menyampaikan elektabilitas Paslon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Maluku Utara (Malut) 2024.

Pasangan nomor urut 4 Sherly Laos-Sarbin Sehe ungguli calon-calon lainnya da survei September-Oktober 2024.

Perinciannya, Indikator telah melakukan survei dengan simulasi empat pasangan, Sherly Laos-Sarbin Sehe berhasil mengantongi 31,3% suara pada September.

Selanjutnya, Husain Alting Sjah-Asrul Rasyid Ichsan 26,3%, diikuti Muhammad Kasuba-Basri Salama 17%, dan Aliong Mus-Sahril Thahir 11,4%.

Kemudian pada Oktober, elektabilitas Sherly-Sabri tumbuh 9,4% dari bulan sebelumnya menjadi 40,7%. Sementara, tiga pasangan lainnya kompak mengalami penurunan.

Secara terperinci, Husain-Asrul menjadi 20,7%, Kasuba-Basri 15,5% dan Aliong-Sahril 10,4%. Sementara tren, pemilih tidak tahu atau rahasia ikut turun tipis dari 13,9% menjadi 12,8%.

Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa sebanyak 54,3% responden menegaskan tidak bakal mengganti pilihannya di Pilkada serentak 2024.

“Kecil kemungkinan responden mengubah pilihan 33,1% dan sangat kecil atau hampir tidak mungkin mengubah pilihan 54,3,” ujar Burhanuddin dalam keterangan tertulis, Minggu (10/11/2024).

Perlu diketahui, Sherly sejatinya tidak ikut terjun langsung dalam Pilkada 2024, namun setelah suaminya sekaligus calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos meninggal dunia, maka posisi Benny digantikan Sherly.

Tentunya, Sherly telah menjadi calon gubernur Maluku Utara usai delapan partai pengusungnya sepakat menggantikan Benny oleh istrinya.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada periode 20-28 Oktober 2024 menggunakan metode multistage random sampling di seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.

Total responden dalam penelitian ini sebanyak 800 orang serta memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar kurang lebih 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.

Meski belum sembuh total, Sherly mulai intens ke masyarakat ditemani langsung putra sulungnya Elbert Laos.

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.