HomeTrendingKubu RK Tak Terima Kalah di Pilgub Jakarta, PDIP:  Insyaallah Menang

Kubu RK Tak Terima Kalah di Pilgub Jakarta, PDIP:  Insyaallah Menang

Published on

spot_img

 591 total views

JAKARTA – Di Pilkada Jakarta 2024, hasil hitung cepat (quick count) yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei menunjukkan bahwa pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3 yang diusung PDIP Pramono Anung-Rano Karno unggul dengan perolehan suara lebih dari 50 persen, artinya bisa menang dalam satu putaran.

Kemudian pasangan Ridwan Kamil-Suswono (nomor urut 1) dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana (nomor urut 2) berada di posisi kedua dan ketiga.

Namun KPU DKI Jakarta belum memberikan pengumuman resmi terkait apakah Pilkada Jakarta akan selesai dalam satu atau dua putaran.

Pengumuman resmi dijadwalkan paling lambat pada 16 Desember 2024.

Sementara itu, paslon Pramono-Rano sudah mengklaim kemenangan mereka berdasarkan hasil real count dan penghitungan formulir C yang terbaru.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono (Rido), Basri Baco, berencana mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum atau KPU DKI satu putaran.

Baco mengatakan alasan pihak tim pemenangan Rido berencana mengajukan gugatan ke MK karena perolehan hasil quick count dari berbagai lembaga survei menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan.

PDIP Yakin Menang 

Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengungkapkan pesan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk Pilgub Jakarta. Ia berharap suara hasil hitung cepat (quick count) bisa sama dengan hasil penghitungan berjenjang KPU.

“Ya alhamdulillah masyarakat Jakarta sudah memilih pemimpinnya untuk di Jakarta,” kata Puan saat ditanya pesan Megawati di Pilgub Jakarta kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/12).

Insyaallah memang suaranya tetap akan tetap bertahan sebagai pemenang di Jakarta.–Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Selain itu, Puan juga optimistis Pilgub Jakarta pasangan Pramono Anung-Rano Karno yang diusung PDIP itu bakal menang satu putaran.

“Insyaallah, insyaallah (satu putaran),” ungkapnya.

 

Artikel Terbaru

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.

Pelajaran Mahal dari Venezuela: Otoritarianisme ala Maduro

INNNEWS-Apa yang terjadi di Venezuela pada awal 2026 bukanlah peristiwa yang jatuh dari langit....

artikel yang mirip

KPK Tetapkan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Penetapan ini dikonfirmasi oleh pejabat KPK pada Jumat, 9 Januari 2026.

Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta

    JUDUL PELATIHAN Pelatihan Mencegah Bullying Sejak Dini di SD Kanisius Yogyakarta   RINGKASAN Pelatihan pencegahan bullying sejak dini...

VENEZUELA: SUATU PERINGATAN : Ketika Negara Dipersonalisasi, Kekuasaan Dipusatkan, dan Institusi Dilumpuhkan

Dalam epilog buku saya Indonesian Dream: Revitalisasi & Realisasi Pancasila sebagai Cita-Cita Bangsa (Kompas, 2018), saya membuka dengan kisah Venezuela. Judulnya singkat: “Indonesia 2030.” Venezuela saya jadikan cermin—sekaligus peringatan.