1,077 total views
INN INTERNASIONAL – Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) baru-baru ini merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi terbaru melalui laporan Interim Economic Outlook untuk tahun 2025.
Dalam ramalan ini, India diprediksi akan menjadi “raja” dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi di antara negara-negara G20, mencapai 6,4%.
Sementara itu, Indonesia, meskipun masih menunjukkan pertumbuhan positif, diperkirakan mengalami perlambatan dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 4,9%, menempatkannya di bawah India dan beberapa negara lainnya.
Proyeksi OECD menunjukkan gambaran yang beragam di antara negara-negara besar dunia.
India memimpin dengan performa ekonomi yang kuat, didorong oleh reformasi struktural, populasi besar, dan ekspansi sektor teknologi. Di sisi lain, Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi di Asia Tenggara, tampak “tergelincir” dari posisi puncak pertumbuhan yang pernah diantisipasi sebelumnya.
Faktor seperti ketergantungan pada ekspor komoditas, perlambatan permintaan global, dan tantangan domestik seperti investasi yang belum optimal menjadi beberapa alasan potensial di balik proyeksi ini.
Baca juga:
Amerika Jadi Pelit Ngutangin RI, Rupiah Tertekan!
Namun, Indonesia tidak sendiri dalam menghadapi perlambatan. Beberapa negara lain juga diproyeksi mengalami pertumbuhan yang melambat atau bahkan negatif.
Meksiko, misalnya, menjadi sorotan dengan proyeksi pertumbuhan PDB negatif sebesar -1,3%, menjadikannya negara dengan performa terburuk di antara anggota G20 yang disebutkan.
Negara-negara maju seperti Jerman (0,4%), Italia (0,7%), dan Kanada (0,7%) juga menunjukkan pertumbuhan yang lelet, mencerminkan tantangan ekonomi global seperti inflasi yang persisten dan kebijakan moneter yang ketat.
Grafik Posisi Indonesia dan Negara-Negara yang Diproyeksi Melambat
Berikut adalah representasi sederhana dari posisi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara G20 yang diproyeksi melambat berdasarkan data OECD untuk tahun 2025 (dalam persentase pertumbuhan PDB):
Pertumbuhan PDB 2025 (OECD Interim Economic Outlook)
————————————————-
India | 6.4% | ██████████████
Indonesia | 4.9% | ██████████
China | 4.8% | ██████████
Turki | 3.1% | ██████
Amerika Serikat | 2.2% | ████
Australia | 1.9% | ████
Jepang | 1.1% | ██
Prancis | 0.8% | ██
Italia | 0.7% | █
Kanada | 0.7% | █
Jerman | 0.4% | █
Meksiko | -1.3% | ▼
————————————————-
Catatan: █ mewakili 0.5% pertumbuhan PDB; ▼ menunjukkan pertumbuhan negatif.
Analisis dan Implikasi
India yang melonjak ke puncak dengan proyeksi 6,4% menegaskan posisinya sebagai raksasa ekonomi baru di Asia. Pertumbuhan ini jauh melampaui rata-rata G20 yang diproyeksikan sebesar 3,1%.
Sementara itu, Indonesia dengan 4,9% masih berada di atas rata-rata tersebut, namun tertinggal dari India dan sedikit di bawah China (4,8%). Meskipun tidak seburuk negara-negara dengan pertumbuhan di bawah 1% seperti Jerman, Italia, atau Kanada, posisi Indonesia menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan.
Negara-negara yang melambat, terutama Meksiko dengan pertumbuhan negatif, menghadapi tantangan signifikan seperti ketidakstabilan ekonomi domestik dan ketergantungan pada pasar ekspor yang melemah.
Indonesia, meski tidak separah itu, perlu mewaspadai risiko serupa, terutama dengan ketergantungannya pada komoditas dan mitra dagang utama seperti China, yang juga diproyeksikan melambat.


