HomeTrendingDemo Tolak UU TNI di Surabaya Ricuh, Polisi Bubarkan Paksa

Demo Tolak UU TNI di Surabaya Ricuh, Polisi Bubarkan Paksa

Published on

spot_img

 1,446 total views

SURABAYA – Aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berubah menjadi medan pertempuran.

Polisi membubarkan massa secara paksa, memicu kericuhan yang ditandai dengan saling lempar helm dan penangkapan sejumlah demonstran, termasuk mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair).

Berdasarkan pantauan di lokasi, ketegangan mulai memuncak pada pukul 17.17 WIB.

Polisi dari mobil komando mengeluarkan ultimatum keras, “Silakan Anda meninggalkan lokasi sebelum kami memberikan tindakan tegas. Silakan meninggalkan area di depan saya.”

Tak lama kemudian, barisan aparat bergerak maju, mendorong mundur massa hingga ke Taman Apsari, kawasan Coffee Toffee, dan Jalan Gubernur Suryo arah Balai Pemuda. Pengejaran pun terjadi, dengan beberapa demonstran terlihat diamankan secara paksa oleh polisi.

Kericuhan makin membara di sekitar Coffee Toffee. Massa dan polisi terlibat aksi saling lempar helm dalam suasana yang kacau.

Di tengah situasi panas itu, massa berusaha bernegosiasi dengan polisi untuk membebaskan rekan-rekan mereka yang ditangkap. Andri, perwakilan dari Unair, mengungkapkan, “Semua organisasi, iya tiga orang. Salah satunya dari Unair. Iya ini mau negosiasi untuk dikeluarkan,” menegaskan bahwa salah satu yang ditahan adalah mahasiswa Unair.

Situasi sempat mereda sekitar pukul 17.39 WIB, tetapi ketenangan itu tak bertahan lama. Sepuluh menit kemudian, polisi kembali melancarkan aksi memukul mundur massa yang masih bertahan di sekitar Gedung Grahadi.

Hingga saat ini, barisan aparat kepolisian tetap berjaga ketat di perimeter gedung, sementara suasana masih dipenuhi ketegangan.

Aksi keras polisi dan penahanan mahasiswa dalam demo ini memicu kontroversi besar.

Penolakan terhadap UU TNI yang dianggap bermasalah kini diperkeruh dengan tuduhan represi aparat, meninggalkan pertanyaan: sampai kapan kebebasan berpendapat harus dibayar dengan kekerasan?

Artikel Terbaru

NASA Tunjuk 10 Ilmuwan untuk Riset di Kutub Selatan Bulan

INNNEWS – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunjuk 10 ilmuwan untuk bergabung...

Iran dan Oman Hampir Finalisasi Kesepakatan Jalur Pelayaran di Selat Hormuz

INNNEWS  – Iran dan Oman berada di tahap akhir negosiasi untuk menetapkan jalur pelayaran...

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026: Laga Hidup-Mati

INNNEWS – Timnas Indonesia menghadapi ujian kritis saat bertemu tuan rumah Singapura pada laga...

Data Dukcapil: Penduduk Indonesia Tembus 288,3 Juta Jiwa

INNNEWS– Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah penduduk...

artikel yang mirip

NASA Tunjuk 10 Ilmuwan untuk Riset di Kutub Selatan Bulan

INNNEWS – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunjuk 10 ilmuwan untuk bergabung...

Iran dan Oman Hampir Finalisasi Kesepakatan Jalur Pelayaran di Selat Hormuz

INNNEWS  – Iran dan Oman berada di tahap akhir negosiasi untuk menetapkan jalur pelayaran...

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026: Laga Hidup-Mati

INNNEWS – Timnas Indonesia menghadapi ujian kritis saat bertemu tuan rumah Singapura pada laga...