HomeGaya HidupOpenAI Tuai Kritik Akibat Tren Gambar Bergaya Studio Ghibli

OpenAI Tuai Kritik Akibat Tren Gambar Bergaya Studio Ghibli

Published on

spot_img

 1,232 total views

INN NEWS – OpenAI, perusahaan teknologi yang dikenal dengan inovasi kecerdasan buatannya, kembali menjadi sorotan setelah meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna membuat gambar bergaya Studio Ghibli.

Fitur ini, yang tersedia di platform ChatGPT, memungkinkan pengguna mengubah foto pribadi, hewan peliharaan, hingga tokoh publik menjadi karya seni dengan gaya khas Studio Ghibli.

Namun, tren ini memicu kontroversi di kalangan seniman dan pengamat seni.

Studio Ghibli, yang dikenal dengan animasi tangan yang detail dan penuh emosi, memiliki gaya visual yang sangat khas. Hayao Miyazaki, salah satu pendiri Studio Ghibli, telah lama menyuarakan ketidaksukaannya terhadap penggunaan AI dalam seni.

Dalam sebuah wawancara, ia menyebut teknologi ini sebagai “penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri.” Kritik ini kembali mencuat seiring dengan maraknya gambar-gambar bergaya Ghibli yang dihasilkan oleh AI OpenAI.

Di media sosial, tren ini mendapatkan respons beragam. Beberapa pengguna memuji kemampuan teknologi ini untuk meniru gaya visual yang kompleks, sementara yang lain mempertanyakan etika di baliknya.

“Gue kira org pinter tuh pada melek sm dark side of AI kek gini,” Oleh akun @bringmeburger di platform X.

“Lo ngga akan tau rasa sakitnya gimana dimaling, ditiru, sampe lo sendiri yang dirugiin,” oleh akun @mazmazjojo di platform X.

“Apa cuma gua doang yang merasa “Ghiblikasi” adalah bentuk pelanggaran Hak Cipta oleh OpenAI,” yang ditulis oleh akun @asn_oriental di platform Tiktok.

Banyak yang khawatir bahwa penggunaan AI untuk meniru gaya seniman tanpa izin dapat dianggap sebagai pelanggaran hak cipta.

Bahkan, beberapa gambar yang dihasilkan AI dianggap melampaui batas, seperti menggambarkan peristiwa sejarah sensitif dalam gaya Ghibli.

OpenAI telah merespons kritik ini dengan membatasi penggunaan fitur tersebut. Mereka mulai memblokir permintaan untuk gambar bergaya Ghibli dan menolak upaya untuk meniru gaya seniman yang masih hidup.

Langkah ini diambil untuk menghormati hak cipta dan menghindari kontroversi lebih lanjut.

Kontroversi ini menyoroti tantangan yang dihadapi teknologi AI dalam dunia seni. Di satu sisi, AI membuka peluang baru untuk kreativitas.

Namun, di sisi lain, teknologi ini juga memunculkan pertanyaan mendalam tentang etika, hak cipta, dan masa depan seni.

Artikel Terbaru

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...

IAEA Temukan Berton-ton Material Nuklir di Suriah, Diduga Peninggalan Era Assad

  INNNEWS– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa para pemeriksanya telah menemukan beberapa ton...

artikel yang mirip

Korban Meninggal Gempa NTT Capai 75 Jiwa, Pengungsi Hampir 100.000 Orang

INNNEWS – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara...

Malaysia Perkuat Kerja Sama Lintas Batas dengan Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla

INNNEWS – Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas batas dengan Indonesia dalam...

Kabut Asap Hebat Selimuti Banjarbaru, Jam Masuk Sekolah Dimundurkan Jadi Pukul 09.00 WITA

INNNEWS – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota...